Indonesia Negotiates with US for Lower Tariffs on Textiles and Footwear Exports
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 6
Sources2 verified

RI Nego dengan AS untuk Turunkan Tarif Tekstil dan Sepatu

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menurunkan tarif ekspor tertentu, termasuk tekstil dan alas kaki, dari tarif 19% saat ini. Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menyatakan bahwa Indonesia berupaya mendapatkan tarif lebih rendah untuk produk yang dibutuhkan AS namun tidak dapat diproduksi dalam jumlah cukup. Negosiasi ini juga bertujuan mencapai tarif 0% untuk komoditas tertentu yang tidak dapat diproduksi di AS.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Negosiasi Perdagangan RI-AS: Penurunan Tarif Tekstil dan Alas Kaki

Diskusi Berkelanjutan untuk Tarif Preferensial

Indonesia saat ini terlibat dalam negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan tarif ekspor yang lebih rendah pada komoditas tertentu, terutama tekstil dan alas kaki. Menurut Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, pemerintah Indonesia berupaya menurunkan tarif dari tarif 19% saat ini yang ditetapkan dalam perjanjian sebelumnya 1

.

Penurunan Tarif Strategis

Negosiasi ini difokuskan pada penurunan tarif signifikan untuk produk Indonesia yang diminati di AS namun menghadapi kendala suplai. Edi menjelaskan bahwa Indonesia mencari tarif 0% untuk komoditas yang tidak dapat diproduksi di AS, terutama produk perkebunan dan mineral kritis. Untuk produk yang dapat diproduksi AS namun menghadapi kendala pasokan jangka pendek, Indonesia bernegosiasi untuk tarif di bawah 19% 1

.

Produk Ekspor Utama yang Menjadi Fokus

Pemerintah Indonesia sangat berfokus pada penurunan tarif untuk produk tekstil dan alas kaki. Edi menekankan bahwa industri ini, yang dikenal dengan label 'made in Indonesia', adalah kandidat potensial untuk penurunan tarif. Logikanya adalah bahwa meskipun AS mampu memproduksi barang-barang ini, mereka tidak dapat memenuhi permintaan dalam jangka pendek, membuat ekspor Indonesia sangat bernilai 1

.

Tantangan dalam Perjanjian Perdagangan

Negosiasi ini muncul ketika pelaku usaha Indonesia, seperti produsen ban, mengalami kesulitan mengekspor ke negara-negara yang telah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia, seperti Thailand dan India. Menteri Perdagangan Budi Santoso menanggapi masalah ini dengan menekankan bahwa perjanjian perdagangan dirancang untuk memfasilitasi akses yang lebih mudah ke pasar luar negeri dan dinegosiasikan dengan pertimbangan yang cermat terhadap kepentingan nasional dan masukan industri 2

.

Sumber

  1. [Detik Finance - RI Nego AS biar Produk Tekstil-Sepatu Nggak Kena Tarif 19%](
  2. [Detik Finance - Pengusaha Ban Sulit Ekspor Meski Ada Perjanjian Dagang, Mendag Respons Begini](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Trade NegotiationsTariff ReductionTextile and Footwear Exports

Key Events

1

Trade Agreement Negotiations

2

Tariff Reduction Discussions

Timeline from 2 verified sources