Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia berencana menambah kuota subsidi LPG sebesar 350.000 ton metrik untuk memastikan ketersediaan pasokan selama liburan Natal dan Tahun Baru. Tambahan pasokan akan dipenuhi melalui produksi dalam negeri dan impor, dengan Amerika Serikat sebagai salah satu sumber potensial. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan LPG selama periode permintaan puncak.
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan kuota subsidi LPG sebesar 350.000 ton metrik guna memastikan ketersediaan pasokan yang memadai selama liburan Natal dan Tahun Baru. Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden, menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Penambahan kuota ini akan membuat total alokasi LPG menjadi 8,51 juta ton metrik dari semula 8,16 juta ton metrik.
Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, pemerintah akan menggunakan kombinasi antara produksi dalam negeri dan impor. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menunjukkan bahwa pemerintah terbuka untuk meningkatkan impor dari Amerika Serikat, karena Indonesia sudah mengimpor lebih dari 50% kebutuhan LPG-nya dari AS. Pemerintah menyatakan dapat menyesuaikan volume impor berdasarkan kemampuan pasokan dari negara mitra.
Keputusan untuk meningkatkan pasokan LPG diambil karena pemerintah mengantisipasi konsumsi yang lebih tinggi selama musim liburan. Alokasi tambahan ini dirancang untuk mencegah kekurangan pasokan dan menjaga stabilitas pasar. Pentingnya, pemerintah menekankan bahwa penambahan kuota ini akan dikelola tanpa memerlukan alokasi anggaran tambahan, menunjukkan perencanaan keuangan yang cermat dalam mengelola subsidi energi.
LPG Subsidy Quota Increase
Import Plan Announcement