Indonesia Optimistic About Achieving 605,000 Barrels Oil Production Target in 2025
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 2
Sources4 verified

Indonesia Optimistis Capai Target Produksi Minyak 605.000 Barel di 2025

Tim Editorial AnalisaHub·2 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia optimistis mencapai target produksi minyak 2025 sebesar 605.000 barel per hari. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa target tersebut kemungkinan besar akan tercapai, dengan data akhir yang sedang dikonsolidasikan oleh SKK Migas 1

3. Kementerian sedang bekerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyesuaikan tingkat produksi berdasarkan rencana kerja dan anggaran perusahaan. Sementara itu, pemerintah juga menyesuaikan pemangkasan produksi nikel tahun 2026 berdasarkan kebutuhan industri, yang dapat menyebabkan peningkatan impor bijih nikel untuk memenuhi kebutuhan smelter 4.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pemerintah Indonesia Optimistis Capai Target Produksi Minyak 2025

Produksi Minyak Capai 605.000 Barel Per Hari

Pemerintah Indonesia tetap optimistis mencapai target produksi minyak 2025 sebesar 605.000 barel per hari 1

3. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan bahwa data akhir sedang dikonsolidasikan oleh SKK Migas, mengungkapkan keyakinan bahwa target akan tercapai 1. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sedang menyesuaikan tingkat produksi mereka sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) masing-masing 13.

Penyesuaian Produksi Nikel untuk 2026

Dalam berita terkait, pemerintah berencana menyesuaikan produksi nikel tahun 2026 berdasarkan kebutuhan industri. Yuliot Tanjung menyatakan bahwa pemangkasan produksi akan diselaraskan dengan kebutuhan industri domestik, karena semua mineral harus diproses di dalam negeri 2

. Keputusan ini diambil ketika Indonesia menghadapi potensi overproduksi nikel yang menyebabkan penurunan harga 2.

Potensi Peningkatan Impor Bijih Nikel

Pengurangan produksi bijih nikel yang direncanakan pada 2026 diperkirakan akan menyebabkan peningkatan signifikan dalam impor untuk memenuhi kebutuhan smelter. Menurut Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), kapasitas smelter nikel terpasang di Indonesia mencapai sekitar 2,8 juta ton pada 2025, dengan tingkat produksi yang diperkirakan sekitar 2,5 juta ton dry metric tons (dmt) 4

. Peningkatan permintaan ini didorong oleh teknologi smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) 4.

Sumber

  1. [Kontan - Wamen ESDM Optimistis Lifting Minyak 2025 Capai 605.000 Barel](
  2. [Kontan - ESDM: Pemangkasan Produksi Nikel Tahun 2026 Disesuaikan dengan Kebutuhan Produksi](
  3. [Detik Finance - Wamen ESDM Pede Lifting Minyak 2025 Tembus 605 Ribu Barel/Hari](
  4. [Kontan - Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
13 min
Sources
4 verified

Topics Covered

Oil Production TargetsNickel Production AdjustmentsEnergy Policy

Key Events

1

2025 Oil Production Target Achievement

2

2026 Nickel Production Adjustment

3

Potential Nickel Ore Imports Increase

Timeline from 4 verified sources