Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia tetap optimis terhadap adopsi kendaraan listrik (EV), dengan mengutip kemajuan dalam transisi energi. Bauran energi terbarukan saat ini mencapai 15%, dengan pengembangan paralel pada sisi pasokan dan permintaan. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 40/2025 untuk mempercepat implementasi EV dan transisi energi hingga 2060. Pejabat pemerintah menekankan pentingnya pergeseran baik pasokan maupun permintaan energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Indonesia tetap optimis terhadap perkembangan kendaraan listrik (EV) di negara ini, menyoroti kemajuan signifikan dalam proses transisi energi. Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE, menekankan bahwa perkembangan saat ini mobil dan motor listrik di Indonesia menunjukkan potensi besar.
Harris menjelaskan bahwa transisi energi tidak hanya tentang mengubah sumber energi dari fosil menjadi energi terbarukan, tapi juga menggeser permintaan menuju konsumsi energi yang lebih ramah lingkungan. Transisi ini diimplementasikan melalui berbagai langkah, termasuk adopsi kendaraan listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga berbasis listrik.
Saat ini, bauran energi terbarukan Indonesia mencapai 15%. Pemerintah bekerja paralel pada sisi pasokan dan permintaan untuk meningkatkan persentase ini. Harris menyatakan, "Saat ini kita masih menggunakan sekitar 15% energi terbarukan. Tapi kita sekarang melakukannya secara paralel, baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan." Pendekatan ganda ini bertujuan meningkatkan penggunaan listrik sambil membuatnya lebih ramah lingkungan.
Pemerintah telah mengambil langkah regulasi penting untuk mendukung transisi ini. Peraturan Pemerintah (PP) No. 40/2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) telah diterbitkan untuk mengatur kebijakan energi nasional hingga 2060 dan mempercepat implementasi kendaraan listrik domestik. Harris mencatat bahwa regulasi ini sejalan dengan upaya untuk lebih mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Strategi pemerintah mencakup intervensi baik pada sisi pasokan maupun permintaan. Pada sisi pasokan, fokusnya adalah meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi. Pada sisi permintaan, pemerintah mempromosikan adopsi kendaraan listrik dan teknologi berbasis listrik lainnya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Strategi transisi energi Indonesia menunjukkan pendekatan berpikir maju terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan menggabungkan dukungan regulasi dengan pengembangan infrastruktur dan insentif sisi permintaan, pemerintah bertujuan menciptakan ekosistem yang kuat untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan. Pendekatan komprehensif ini memposisikan Indonesia sebagai pemimpin potensial dalam lanskap transisi energi regional.
Government Regulation No. 40/2025 Implementation
Electric Vehicle Adoption Acceleration