Indonesia Plans to Replace LPG with DME for Cooking Fuel
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 9
Sources1 verified

Indonesia Berencana Ganti LPG dengan DME untuk Bahan Bakar Masak

Tim Editorial AnalisaHub·9 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia berencana mengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan Dimethyl Ether (DME) untuk keperluan memasak, dengan tujuan mengurangi impor LPG. Konsumsi LPG saat ini mencapai 10 juta ton/tahun, sementara produksi dalam negeri hanya 1,6 juta ton, sehingga membutuhkan impor 8,4 juta ton. DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada dan dianggap lebih ramah lingkungan, menghasilkan emisi gas rumah kaca 20% lebih rendah.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Akan Mengganti LPG dengan DME untuk Memasak

Latar Belakang dan Motivasi

Pemerintah Indonesia berencana mengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan Dimethyl Ether (DME) untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Keputusan ini didorong oleh kesenjangan besar antara konsumsi LPG nasional dan produksi dalam negeri. Saat ini, Indonesia mengkonsumsi sekitar 10 juta ton LPG per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya memenuhi 1,6 juta ton dari kebutuhan tersebut, sehingga membutuhkan impor 8,4 juta ton LPG yang bernilai ratusan triliun Rupiah.

Kelayakan Teknis

DME dianggap sebagai substitusi yang layak untuk LPG karena sifat kimia dan fisikanya yang mirip. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan bahwa DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada, termasuk tabung, fasilitas penyimpanan, dan peralatan handling. Campuran 20% DME dan 80% LPG dapat digunakan pada kompor gas yang ada tanpa modifikasi. Selain itu, DME dapat diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk biomassa terbarukan, limbah, dan Coal Bed Methane (CBM), dengan batubara kalori rendah saat ini dianggap sebagai bahan baku yang paling layak untuk produksi DME di Indonesia.

Pertimbangan Lingkungan

Peralihan ke DME juga didorong oleh manfaat lingkungan. DME memiliki nilai kalor yang lebih rendah (7.749 Kcal/Kg) dibandingkan LPG (12.076 Kcal/Kg), namun densitasnya yang lebih tinggi mengkompensasi perbedaan ini. Yang lebih penting, DME dianggap lebih ramah lingkungan karena mudah terurai di atmosfer, tidak merusak lapisan ozon, dan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 20% dibandingkan LPG. Penggunaan DME dapat menurunkan emisi CO2 dari 930 kg menjadi 745 kg per tahun. Selain itu, pembakaran DME menghasilkan nyala api biru yang lebih stabil, tidak menghasilkan partikulat matter atau NOx, dan bebas sulfur.

Rencana Implementasi

Meskipun fasilitas produksi DME belum ada di Indonesia, Kementerian ESDM berkomitmen untuk mengembangkan kapabilitas teknis yang diperlukan untuk produksi dan pemanfaatan DME. Kementerian berencana memulai proses transisi tahun ini, meskipun timeline dan detail implementasi masih dalam proses finalisasi.

Tantangan dan Peluang

Transisi ke DME menghadirkan tantangan dan peluang bagi Indonesia. Meskipun mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca, hal ini juga membutuhkan investasi signifikan dalam infrastruktur produksi DME. Implementasi yang berhasil dapat memposisikan Indonesia sebagai pemimpin dalam transisi energi bersih di kawasan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Energy TransitionLPG SubstitutionClean Energy Policy

Key Events

1

DME Implementation Plan Announcement

2

LPG Import Reduction Strategy

Timeline from 1 verified sources