Key insights and market outlook
Indonesia berpotensi menjadi pusat industri baterai dan energi hijau global berkat keunggulan geopolitik dan sumber daya mineral yang kaya. Center for Food, Energy, and Sustainable Development (FESD) Indef menyarankan agar dengan desain kebijakan yang tepat dan pengelolaan sumber daya mineral yang efektif, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Mineral penting seperti nikel, tembaga, dan bauksit sangat krusial untuk produksi baterai dan teknologi hijau. Tata kelola yang efektif dan integrasi kebijakan sangat penting untuk memanfaatkan peluang ini.
Indonesia semakin mendapat perhatian sebagai potensi pusat global untuk industri baterai dan energi hijau karena sumber daya mineral yang melimpah dan posisi geopolitik yang strategis. Center for Food, Energy, and Sustainable Development (FESD) Indef menekankan pentingnya pengelolaan mineral transisi seperti nikel, tembaga, dan bauksit dalam kerangka komprehensif yang selaras dengan strategi dekarbonisasi nasional.
Abra Talattov, Kepala FESD Indef, menyoroti bahwa Indonesia memiliki modal geopolitik besar untuk meningkatkan statusnya dalam rantai pasok global. Ia menekankan bahwa dengan desain kebijakan yang tepat, Indonesia dapat menjadi pusat industri baterai dan teknologi hijau. Kunci keberhasilan terletak pada penguatan tata kelola mineral dan integrasi kebijakan untuk memaksimalkan sumber daya alam negara.
Pengembangan industri baterai dan energi hijau dapat secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memposisikan negara sebagai pemimpin dalam teknologi berkelanjutan. Pengelolaan efektif sumber daya mineral dan implementasi kebijakan strategis akan sangat krusial dalam mencapai visi ini.
Potential Green Industry Development
Mineral Resource Management Policy