Key insights and market outlook
Indonesia berencana mengoptimalkan sumber daya panas bumi untuk produksi hidrogen, memanfaatkan posisinya sebagai salah satu negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia. Senior Vice President PT Pertamina, Hana Timoti, menyatakan bahwa fokus saat ini adalah menggunakan energi panas bumi untuk menghasilkan listrik, yang kemudian akan digunakan untuk produksi hidrogen. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka potensi penuh energi panas bumi dan membuatnya layak secara ekonomi.
Indonesia sedang maju dengan rencana untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi yang besar tidak hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga untuk produksi hidrogen. Inisiatif strategis ini disoroti oleh Hana Timoti, Senior Vice President Technology Innovation & Implementation PT Pertamina (Persero), selama Public & Business Leader Forum di Jakarta.
Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia. Fokus saat ini, menurut Hana Timoti, adalah mengembangkan ekosistem komprehensif di mana energi panas bumi pertama-tama diubah menjadi listrik, dan kemudian digunakan untuk produksi hidrogen. Pendekatan ini dipandang sebagai jalur yang menjanjikan untuk mengoptimalkan sumber daya panas bumi dan membuatnya layak secara ekonomi.
Inisiatif ini selaras dengan tujuan energi bersih Indonesia yang lebih luas dan komitmennya untuk memanfaatkan sumber daya terbarukan. Dengan mengembangkan ekosistem hidrogen berbasis energi panas bumi, Indonesia bertujuan untuk diversifikasi campuran energinya dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kesuksesan inisiatif ini dapat memposisikan Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi energi bersih di kawasan.
Geothermal-Hydrogen Ecosystem Development
Clean Energy Initiative