Key insights and market outlook
Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia sedang mengembangkan strategi untuk meningkatkan ekspor nasional di tengah tantangan pasar global yang berkelanjutan dan proteksionisme yang meningkat. Kemendag menyebutkan distorsi perdagangan dan peningkatan ketidakpastian global akibat eskalasi perang dagang dan tarif tinggi sebagai faktor utama yang mempengaruhi permintaan internasional. Kementerian sedang menyiapkan berbagai program untuk mendukung kinerja ekspor di tahun 2026.
Kementerian Perdagangan Indonesia secara proaktif mengembangkan strategi komprehensif untuk meningkatkan ekspor nasional dalam menghadapi tantangan pasar global yang persisten dan proteksionisme yang meningkat. Menurut Ni Made Kusuma Dewi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag, lingkungan perdagangan global saat ini ditandai dengan distorsi signifikan akibat eskalasi perang dagang dan penerapan tarif tinggi.
Tegangan perdagangan yang berkelanjutan telah menyebabkan peningkatan biaya perdagangan dan ketidakpastian global, yang pada akhirnya menekan permintaan internasional. Lingkungan yang menantang ini memerlukan respons yang kuat dari pemerintah Indonesia untuk mendukung sektor ekspornya. Kementerian sedang mengerjakan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak negatif dan menjaga daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
Meskipun detail spesifik program Kemendag masih dalam proses penyusunan, fokus diharapkan akan tertuju pada mendukung eksportir Indonesia melalui langkah-langkah seperti diversifikasi pasar, fasilitasi perdagangan, dan insentif ekspor. Upaya ini bertujuan untuk mengimbangi dampak negatif distorsi perdagangan global dan memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap perdagangan internasional.
Strategi Ekspor Nasional
Tantangan Perdagangan Global