Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk melaksanakan dam haji (kurban) di dalam negeri untuk menghemat sekitar Rp1 triliun yang saat ini dibelanjakan di Arab Saudi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengusulkan bahwa pelaksanaan dam di dalam negeri dapat meningkatkan ekonomi lokal dan gizi masyarakat melalui distribusi daging yang lebih baik kepada masyarakat miskin. Usulan ini akan didiskusikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeksplorasi kelayakan dan kepatuhan terhadap aspek religius.
Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan signifikan dalam pelaksanaan dam haji, yaitu dengan melakukan penyembelihan di dalam negeri daripada di Arab Saudi. Langkah ini diperkirakan dapat menghemat hampir Rp1 triliun yang saat ini dibelanjakan untuk biaya dam di Arab Saudi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa sekitar 221.000 jemaah haji Indonesia saat ini melakukan kurban di Mekah, dengan biaya sekitar $200 per kurban.
Usulan ini didorong oleh pertimbangan ekonomi dan sosial. Dengan melakukan dam di Indonesia, pemerintah bertujuan untuk mempertahankan nilai ekonomi di dalam negeri, yang berpotensi meningkatkan peternak lokal dan memperbaiki gizi masyarakat miskin melalui distribusi daging yang lebih baik. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa jika 221.000 hewan dikurbankan di dalam negeri, maka akan tersedia sekitar 5.000 ton daging untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan.
Pemerintah berencana untuk berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas kelayakan dari sisi agama untuk melakukan dam di Indonesia. Sementara beberapa negara memungkinkan warganya untuk melakukan kewajiban agama ini di dalam negeri, negara lain mewajibkannya dilakukan di Mekah. Zulkifli Hasan berencana untuk meminta diskusi dan mungkin studi komparatif dengan negara lain yang membolehkan kurban domestik.
Ini bukan pertama kalinya Indonesia mempertimbangkan proposal ini. Diskusi sebelumnya telah dilakukan, dengan Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), sebelumnya menyebutkan potensi manfaatnya. Pemerintah Saudi telah menunjukkan keterbukaan terhadap proposal ini, dengan Menteri Haji Saudi menyatakan apresiasi jika Indonesia melaksanakan dam di dalam negeri karena akan mengurangi beban logistik mereka dalam mengelola ribuan hewan kurban.
Hajj Dam Policy Proposal
Potential Rp1 Trillion Savings
Domestic Livestock Market Impact