Key insights and market outlook
PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) masih menunggu keputusan dari pemegang saham utama, Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara, terkait pengangkatan direktur utama baru. Direktur Utama saat ini, Benny Waworuntu, telah menyelesaikan masa jabatannya. Perusahaan ini fokus pada peningkatan kualitas portofolio risiko di tahun 2026 di tengah kondisi soft market di industri reasuransi global. Indonesia Re berencana mencapainya melalui segmentasi risiko dan kemitraan yang lebih selektif, peningkatan kapabilitas data, dan digitalisasi untuk menekan biaya operasional.
PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) saat ini berada dalam periode transisi kepemimpinan sambil menunggu keputusan dari pemegang saham utama, Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara, terkait pengangkatan direktur utama baru. Direktur Utama saat ini, Benny Waworuntu, telah menyelesaikan masa jabatannya selama 4 tahun 10 bulan. Delil Khairat, Direktur Teknik Indonesia Re, menyatakan bahwa perusahaan masih menunggu keputusan pemegang saham, yang dapat berupa penunjukan pelaksana tugas atau pejabat definitif baru.
Di tengah transisi kepemimpinan, Indonesia Re fokus pada strategi bisnis untuk tahun 2026. Perusahaan ini berencana untuk meningkatkan kualitas portofolio risiko di tengah kondisi soft market di industri reasuransi global. Kondisi soft market ditandai dengan peningkatan kapasitas, persaingan yang lebih ketat, premi yang lebih rendah, dan ketentuan yang lebih longgar. Untuk menghadapi tantangan ini, Indonesia Re berencana menerapkan segmentasi risiko dan kemitraan yang lebih selektif. Perusahaan juga menyadari pentingnya peningkatan kapabilitas data untuk memastikan penilaian risiko yang lebih akurat dan digitalisasi untuk menekan biaya operasional dan mempercepat proses bisnis.
Kondisi soft market di industri reasuransi menghadirkan tantangan dan peluang. Meskipun menekan margin keuntungan perusahaan reasuransi, kondisi ini juga memberikan pilihan proteksi risiko yang lebih terjangkau bagi perusahaan asuransi. Untuk mengatasi tantangan ini, Indonesia Re mengadopsi pendekatan strategis yang mencakup seleksi risiko yang lebih ketat, efisiensi operasional yang lebih baik, dan praktik manajemen risiko yang lebih kuat. Kemampuan perusahaan untuk menghadapi kondisi pasar yang siklikal ini akan sangat penting dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan perusahaan.
CEO Succession
Risk Portfolio Management
Digitalization Strategy