Key insights and market outlook
Indonesia mengalami pertumbuhan adopsi AI sebesar 127% pada semester pertama 2025, menjadikannya yang tertinggi di Asia Tenggara. Negara ini berhasil menarik investasi AI senilai $91 juta, memposisikannya sebagai pemimpin regional dalam pengembangan AI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa nilai pasar AI Indonesia diproyeksikan mencapai $70,6 miliar.
Indonesia telah mengalami pertumbuhan adopsi Artificial Intelligence (AI) sebesar 127% pada semester pertama 2025, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Lonjakan signifikan ini menempatkan Indonesia sebagai pengguna AI terbesar di Asia Tenggara dan keempat di Asia secara keseluruhan. Pertumbuhan pesat ini diiringi dengan arus investasi yang besar, dengan $91 juta mengalir ke sektor AI Indonesia selama periode yang sama.
Nilai investasi tersebut setara dengan sekitar Rp 1,52 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.729/USD). Airlangga menekankan bahwa tren investasi ini menggarisbawahi potensi Indonesia sebagai hub AI utama di kawasan. Penelitian menunjukkan bahwa pasar AI Indonesia diproyeksikan mencapai $70,6 miliar dalam nilai. Menteri Airlangga menyampaikan informasi ini dalam pernyataan di Jakarta Creative Hub pada 18 Desember 2025.
Boom AI di Indonesia mewakili pergeseran signifikan dalam lanskap ekonomi negara. Seperti yang dicatat Airlangga, AI bukan sekadar tren teknologi tetapi mesin pertumbuhan ekonomi baru dan peningkatan daya saing nasional. Pengakuan pemerintah akan potensi AI menandakan pendekatan proaktif dalam memanfaatkan teknologi untuk pembangunan ekonomi. Dengan terus menarik investasi di sektor ini, Indonesia kemungkinan akan memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi regional.
AI Investment Inflow
High AI Adoption Rate
Market Projection