Key insights and market outlook
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat penurunan signifikan transaksi judi online dari Rp 359 triliun pada 2024 menjadi Rp 155 triliun hingga September 2025. Kementerian Koperasi dan UKM mengaitkan penurunan Rp 204 triliun ini dengan pergeseran pola belanja konsumen menuju barang-barang pokok. Pejabat terkait mengarahkan dana tersebut untuk kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan melalui program EPIC SALE.
Indonesia telah mengalami penurunan signifikan dalam transaksi judi online, dengan total nilai yang menurun dari Rp 359 triliun pada 2024 menjadi Rp 155 triliun hingga September 2025, menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penurunan Rp 204 triliun ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam pola pengeluaran konsumen.
Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM, mengaitkan penurunan ini dengan perubahan perilaku masyarakat. Ia menyatakan bahwa dana yang sebelumnya digunakan untuk judi online kini dialihkan untuk kebutuhan pokok. Kementerian secara aktif mempromosikan pergeseran ini melalui program Every Purchase is Cheap (EPIC) SALE, mendorong konsumen untuk membelanjakan uang mereka pada kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan.
Pergeseran pola belanja konsumen ini diharapkan berdampak positif bagi perekonomian, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan mengarahkan dana ke barang-barang pokok, pemerintah bertujuan meningkatkan penjualan bagi bisnis lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan inisiatif ini dapat mendorong langkah-langkah kebijakan lebih lanjut untuk mempromosikan pola konsumsi yang bertanggung jawab.
Online Gambling Transaction Decline
Shift to Essential Spending
Government Consumer Redirection Program