Key insights and market outlook
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi biodiesel 2026 sebesar 15,646 juta kiloliter. Alokasi ini terbagi antara Public Service Obligation (PSO) sebesar 7,454 juta kL dan non-PSO sebesar 8,192 juta kL. Keputusan ini, yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No. 439.K/EK.01/MEM.E/2025, bertujuan mendukung target energi terbarukan Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi biodiesel 2026 sebesar 15,646 juta kiloliter. Keputusan ini, yang diformalkan melalui Keputusan Menteri ESDM No. 439.K/EK.01/MEM.E/2025, menguraikan distribusi antara kategori Public Service Obligation (PSO) dan non-PSO.
Total alokasi sebesar 15,646 juta kiloliter dibagi menjadi dua kategori utama:
Alokasi ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk mempromosikan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program biodiesel sangat penting untuk mencapai tujuan keamanan energi nasional dan lingkungan. Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan bauran energi sambil mendukung sektor pertanian melalui peningkatan permintaan bahan baku biofuel.
2026 Biodiesel Allocation Announcement
Renewable Energy Policy Update