Indonesia Sets 2026 Biodiesel Allocation at 15.65 Million KL to Boost Energy Security
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 27
Sources1 verified

Indonesia Tetapkan Alokasi Biodiesel 2026 Sebesar 15,65 Juta KL untuk Perkuat Ketahanan Energi

Tim Editorial AnalisaHub·27 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi biodiesel 2026 sebesar 15,646 juta kiloliter, terbagi antara PSO (7,454 juta KL) dan non-PSO (8,192 juta KL). Langkah strategis ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional sambil mendukung program mandatori biodiesel. Implementasi melibatkan 32 badan usaha BBM dan 26 produsen biodiesel, dengan dampak ekonomi yang diproyeksikan termasuk nilai tambah Rp21,8 triliun dari pengolahan CPO dan penghematan devisa Rp139 triliun.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Tetapkan Target Biodiesel 2026 untuk Perkuat Ketahanan Energi

Alokasi Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah menetapkan alokasi biodiesel 2026 sebesar 15,646 juta kiloliter. Kebijakan komprehensif ini merupakan bagian dari program mandatori biodiesel nasional dan strategi ketahanan energi. Alokasi ini dibagi menjadi dua kategori utama: 7,454 juta KL untuk Public Service Obligation (PSO) dan 8,192 juta KL untuk non-PSO.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Program biodiesel diproyeksikan memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Program ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah Rp21,8 triliun dari pengolahan CPO menjadi biodiesel. Selain itu, program ini berpotensi menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp139 triliun dari pengurangan impor solar. Inisiatif ini juga diperkirakan akan mendukung lebih dari 1,9 juta lapangan kerja dan berkontribusi pada pengurangan 41,5 juta ton CO2e emisi gas rumah kaca.

Implementasi dan Pengawasan

Untuk memastikan implementasi program biodiesel yang efektif, pemerintah akan melibatkan 32 badan usaha BBM dan 26 produsen biodiesel. Kementerian ESDM akan melakukan pemantauan ketat terhadap standar kualitas biodiesel, pengawasan distribusi di titik serah, dan melibatkan surveyor independen untuk memverifikasi volume dan kualitas biodiesel yang disalurkan ke konsumen. Pengawasan komprehensif ini bertujuan untuk mengoptimalkan implementasi program Biodiesel 40% (B40) dan memaksimalkan manfaatnya bagi seluruh pemangku kepentingan.

Penyesuaian Kebijakan di Masa Depan

Pemerintah tetap terbuka untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan mandatori biodiesel di masa depan jika diperlukan, berdasarkan perubahan kebutuhan strategis nasional dan target alokasi. Fleksibilitas ini akan memungkinkan pengelolaan sektor energi yang adaptif sebagai respons terhadap keadaan yang terus berkembang.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Biodiesel PolicyEnergy SecurityRenewable Energy Development

Key Events

1

2026 Biodiesel Allocation Announcement

2

Biodiesel Mandatory Program Expansion

Timeline from 1 verified sources