Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk mengalihkan kewenangan impor bahan pakan ternak ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya untuk soybean meal (SBM). Kebijakan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol terhadap komoditas strategis dan menjaga harga daging ayam dan telur tetap terjangkau. Langkah ini mengikuti arahan Presiden untuk memperkuat kontrol negara atas komoditas penting yang menyangkut hajat hidup masyarakat.
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan perubahan kebijakan signifikan dengan mengalihkan kewenangan impor bahan pakan ternak, khususnya soybean meal (SBM), ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keputusan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kontrol negara atas komoditas strategis yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan bahan pakan ternak yang didorong oleh program 'Makan Bergizi Gratis' (MBG) pemerintah dan meningkatnya populasi unggas dan sapi. Menurut Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, volume impor diperkirakan akan terus meningkat karena faktor-faktor tersebut.
Peralihan ke impor yang dikontrol BUMN diharapkan membawa lebih banyak keteraturan pada rantai pasokan bahan pakan ternak. Dengan sentralisasi kewenangan impor, pemerintah bertujuan mencegah volatilitas pasar dan memastikan pasokan yang konsisten. Langkah ini dapat memiliki implikasi signifikan bagi importir swasta dan struktur industri peternakan secara keseluruhan.
Livestock Feed Import Policy Change
BUMN Control Over Strategic Commodities