Key insights and market outlook
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menandatangani enam kontrak baru senilai Rp1 triliun untuk pembangunan Tahap II ibu kota negara baru Indonesia. Kontrak tersebut mencakup satu paket pekerjaan fisik dan lima paket manajemen konstruksi, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan kompleks legislatif dan bangunan pemerintahan. Proyek-proyek ini diharapkan dapat menciptakan peluang kerja yang signifikan bagi kontraktor, pekerja konstruksi, dan konsultan.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah berhasil melaksanakan penandatanganan enam kontrak baru senilai total Rp1 triliun untuk pembangunan Tahap II ibu kota negara baru Indonesia. Pencapaian penting ini disaksikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dan menandai langkah krusial dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung.
Kontrak yang ditandatangani meliputi satu paket pekerjaan fisik dan lima paket manajemen konstruksi. Paket pekerjaan fisik melibatkan pembangunan jalan kompleks legislatif sepanjang 3,7 km, yang terdiri dari 10 ruas utama dan 4 jembatan. Proyek yang merupakan proyek tahun jamak ini dijadwalkan selesai pada tahun 2027 dan akan dilaksanakan oleh konsorsium yang meliputi PT Bangun Cipta Kontraktor, PT Modern Widya Tehnical, PT Markinah, dan PT Daya Mulia Turangga.
Paket manajemen konstruksi mencakup berbagai proyek infrastruktur kritis, termasuk:
Proyek-proyek ini dikelola oleh berbagai firma manajemen konstruksi terkemuka, termasuk PT Ciriasajasa Cipta Mandiri, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), dan PT Jaya Construction Management Manggala Pratama.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menekankan bahwa sementara otoritas menyediakan kerangka regulasi dan alokasi anggaran melalui DIPA, penciptaan lapangan kerja sebenarnya akan didorong oleh kontraktor dan perusahaan manajemen konstruksi yang terlibat dalam proyek-proyek ini. Inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan peluang kerja yang signifikan di berbagai sektor, termasuk konstruksi, konsultasi, dan jasa pendukung.
Setelah upacara penandatanganan kontrak, diadakan pertemuan pra-konstruksi (PCM) terintegrasi untuk memfinalisasi metodologi kerja, rencana manajemen lalu lintas, dan koordinasi teknis di antara pemangku kepentingan. Pertemuan ini berfungsi sebagai platform penting untuk menyelaraskan harapan, mengurangi potensi masalah, dan memastikan pelaksanaan proyek yang lancar.
Proyek pembangunan Tahap II ini sejalan dengan target pembangunan jangka menengah yang diuraikan oleh Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk membangun kemampuan fungsional ibu kota negara baru dan mendukung perannya sebagai pusat administrasi Indonesia.
IKN Phase II Contract Signing
Rp1 Trillion Infrastructure Deal