Key insights and market outlook
Bursa Efek Indonesia (BEI) bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di New York untuk membahas potensi perubahan metodologi penghitungan free float yang dapat berdampak pada saham-saham Indonesia. BEI menekankan pentingnya pendekatan yang tidak diskriminatif dalam metodologi baru, terutama terkait usulan penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan dari KSEI. Pertemuan yang dihadiri CEO BEI Iman Rachman ini bertujuan untuk menanggapi kekhawatiran berbagai pelaku pasar tentang potensi dampak terhadap pasar ekuitas Indonesia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini melakukan pertemuan penting dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di New York untuk membahas perubahan mendatang pada metodologi penghitungan free float yang dijadwalkan pada tahun 2026 1
Hasil diskusi ini dapat memiliki implikasi signifikan bagi ekuitas Indonesia, berpotensi memengaruhi representasi mereka dalam benchmark investasi global. Perubahan metodologi dapat menyebabkan penyesuaian pada kapitalisasi pasar free float perusahaan-perusahaan Indonesia, yang berdampak pada bobot mereka dalam indeks MSCI.
BEI-MSCI Meeting on Free Float Methodology