Key insights and market outlook
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 7 perusahaan dalam antrean IPO di awal 2026, dengan 5 dikategorikan sebagai perusahaan besar yang memiliki aset di atas Rp250 miliar. Kategorisasi ini mengikuti Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengkonfirmasi status pipeline saat ini, menunjukkan minat besar pada pencatatan saham.
Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini menyaksikan minat besar dari perusahaan yang ingin go public, dengan tujuh entitas yang saat ini berada dalam antrean initial public offering (IPO) untuk awal 2026. Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan di kalangan bisnis Indonesia terhadap partisipasi di pasar modal.
Dari tujuh perusahaan dalam pipeline, lima dikategorikan sebagai perusahaan besar dengan total aset melebihi Rp250 miliar. Dua perusahaan lainnya terbagi dalam kategori berbeda: satu dengan aset di bawah Rp50 miliar dan satu lagi dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Klasifikasi ini berdasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 53/POJK.04/2017, yang memberikan kerangka kerja untuk kategorisasi IPO.
I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, mengkonfirmasi status terkini dari pipeline IPO dalam pernyataan baru-baru ini. Yetna menekankan bahwa BEI terus memantau dan memfasilitasi proses pencatatan untuk perusahaan-perusahaan ini, memastikan kepatuhan terhadap persyaratan regulasi.
Kehadiran tujuh perusahaan dalam pipeline IPO menunjukkan outlook positif untuk pasar modal Indonesia di 2026. IPO perusahaan besar khususnya diharapkan menarik minat investor yang signifikan dan berpotensi meningkatkan aktivitas pasar. Upaya BEI untuk menyederhanakan proses pencatatan dan menjaga kepatuhan regulasi kemungkinan akan mendukung momentum ini.
IPO Pipeline Update
Capital Market Development