Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan lima inisiatif strategis melalui Indonesia National Single Window (INSW) untuk meningkatkan layanan ekspor-impor pada 2026. Inisiatif ini mencakup penyesuaian regulasi PP No. 28/2025, integrasi sertifikat elektronik e-SKA, implementasi komoditas SIMBARA yang diperluas, migrasi sistem ISRM, dan pengawasan Strategic Trade Management (STM). Langkah-langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih terintegrasi dan terdigitalisasi, melanjutkan target 2025 yang berhasil dicapai melalui kolaborasi antarkementerian 1
Pemerintah Indonesia telah menguraikan lima inisiatif strategis melalui platform Indonesia National Single Window (INSW) untuk meningkatkan operasi ekspor-impor negara pada 2026. Langkah-langkah komprehensif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan terdigitalisasi. Inisiatif ini melanjutkan keberhasilan yang dicapai pada 2025, di mana pemerintah melaporkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan fasilitasi perdagangan 1
Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2025, yang mewajibkan semua perizinan ekspor-impor, termasuk kepatuhan terhadap larangan dan pembatasan (lartas) serta Neraca Komoditas (NK), diproses melalui sistem INSW. Pembaruan regulasi ini sangat penting untuk menyelaraskan proses perdagangan dan memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.
Integrasi layanan Sertifikat Asal Elektronik (e-SKA) merupakan langkah signifikan menuju digitalisasi dokumentasi perdagangan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi waktu pemrosesan, meminimalkan dokumen fisik, dan meningkatkan efisiensi operasional ekspor-impor.
Perluasan Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) ke lebih banyak komoditas akan meningkatkan transparansi dan memperbaiki kepatuhan regulasi di sektor pertambangan. Sistem ini penting untuk melacak dan mengelola ekspor mineral dan batubara, memastikan semua transaksi tercatat dan teregulasi dengan baik.
Migrasi ke sistem Indonesia Single Risk Management (ISRM) dirancang untuk meningkatkan kapabilitas manajemen risiko dalam operasi perdagangan. Dengan mengonsolidasikan proses penilaian risiko, sistem ISRM akan membantu mengidentifikasi potensi risiko secara lebih efektif dan menguranginya secara real-time.
Implementasi mekanisme pengawasan Strategic Trade Management (STM) akan memperkuat pemantauan aktivitas perdagangan sensitif. Langkah ini penting untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perdagangan internasional dan mencegah praktik perdagangan ilegal.
Kesuksesan inisiatif ini sebagian besar berkat kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Dewan Pengarah INSW, yang melibatkan 21 kementerian dan lembaga terkait, memainkan peran penting dalam menyelaraskan kebijakan dan mensinkronkan proses bisnis di berbagai badan pemerintah. Pendekatan kolaboratif ini memastikan platform INSW beroperasi secara mulus, menyediakan layanan fasilitasi perdagangan yang terpadu dan efisien 2
INSW Strategic Initiatives Launch
Trade Facilitation Enhancement
Digital Trade Ecosystem Development