Indonesia Strengthens Gold Ecosystem Through 'Bullion Connect 2025' Forum
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Indonesia Perkuat Ekosistem Emas Lewat Forum 'Bullion Connect 2025'

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia, yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan forum 'Bullion Connect 2025' untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Inisiatif ini bertujuan menciptakan industri bullion yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing global. Perkembangan penting termasuk regulasi baru OJK dan kolaborasi antara BUMN seperti PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Acara ini juga menampilkan peluncuran Indonesian Gold Consumer Insights Report dari World Gold Council, yang menyoroti potensi Indonesia sebagai pasar emas besar.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Perkuat Ekosistem Emas Lewat Forum 'Bullion Connect 2025'

Inisiatif Pemerintah untuk Pengembangan Komprehensif

Pemerintah Indonesia, berkolaborasi dengan regulator keuangan dan pelaku industri, telah meluncurkan forum 'Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets'. Inisiatif strategis ini bertujuan memperkuat ekosistem emas nasional dengan meningkatkan koordinasi antara sektor hulu dan hilir. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan OJK ini menandai langkah penting dalam implementasi mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kerangka Regulasi dan Kolaborasi Industri

OJK telah menerbitkan Peraturan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion, yang memberikan landasan hukum kuat bagi lembaga keuangan untuk mengembangkan berbagai layanan terkait bullion. Ini termasuk simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan jasa penitipan emas, semua di bawah pengawasan OJK. BUMN memainkan peran penting dalam pengembangan ekosistem ini:

  1. PT Pegadaian: Hingga Oktober 2025, mengelola 129 ton emas, fokus pada integrasi layanan gadai tradisional dengan perdagangan emas digital melalui aplikasi Tring.
  2. Bank Syariah Indonesia (BSI): Mengelola 19,77 ton emas, menawarkan kemampuan transaksi digital dan opsi penarikan emas fisik mulai dari 2 gram.
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM): Sebagai bagian dari perusahaan induk pertambangan MIND ID, ANTAM berfokus pada pengembangan hilir dan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

Potensi Pasar dan Wawasan Konsumen

Laporan Indonesian Gold Consumer Insights dari World Gold Council, yang diluncurkan dalam forum, menyoroti potensi besar Indonesia di pasar emas global. Laporan ini menekankan tingginya permintaan konsumen dan sumber daya alam yang signifikan, memposisikan Indonesia sebagai salah satu pasar emas paling menjanjikan di dunia. Minat konsumen yang kuat terhadap emas menjadi peluang besar bagi pertumbuhan industri emas dan ekosistem bullion nasional.

Peta Jalan Pengembangan Masa Depan

Pemerintah dan badan pengawas bekerja pada roadmap komprehensif untuk pengembangan ekosistem bullion. Area fokus utama termasuk koordinasi lintas sektor, inovasi produk sesuai mandat UU P2SK, kerja sama internasional, dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Seperti yang ditekankan oleh Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN di Kemenko Perekonomian, sinergi antara berbagai institusi dan entitas bisnis akan sangat penting dalam membangun ekosistem bullion yang kuat.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified
Related Stocks
ANTM

Topics Covered

Gold Industry DevelopmentFinancial Sector RegulationState-Owned Enterprises Collaboration

Key Events

1

Bullion Connect 2025 Forum

2

OJK Regulation Implementation

3

Gold Industry Collaboration

Timeline from 1 verified sources