Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia melalui BP Tapera menargetkan penyaluran 285.000 unit rumah subsidi di 2026 melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan total anggaran Rp 37,1 triliun. Pendanaan akan berasal dari berbagai sumber termasuk anggaran DIPA (Rp 25,1 triliun), dana bergulir (Rp 10,4 triliun), dan saldo awal (Rp 1,6 triliun). BP Tapera telah menggandeng 43 bank untuk mencapai target ambisius ini 1
Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), telah menetapkan target ambisius untuk menyalurkan 285.000 unit rumah subsidi di 2026 melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 1
Kebutuhan dana yang besar sebesar Rp 37,1 triliun akan dipenuhi melalui berbagai sumber. Rinciannya termasuk Rp 25,1 triliun dari anggaran DIPA, Rp 10,4 triliun dari dana bergulir (pengembalian pokok), dan Rp 1,6 triliun dari saldo awal 2026. Pendekatan pendanaan yang beragam ini memastikan keberlanjutan finansial program 1
Untuk mencapai target, BP Tapera telah menggandeng 43 bank, yang terdiri dari lima bank Himbara, empat bank swasta, dan 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kerja sama ini diformalkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani antara BP Tapera dan bank-bank yang berpartisipasi 2
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa target ini berpotensi ditingkatkan. Pemerintah telah mengalokasikan cadangan pembiayaan investasi untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, yang berpotensi meningkatkan target menjadi 350.000 unit di 2026. Fleksibilitas ini menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan 1
Subsidized Housing Target Announcement
FLPP Scheme Expansion