Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia menargetkan kapasitas pembangkit listrik 70 GW melalui investasi besar-besaran senilai Rp 1.500 triliun dalam dekade mendatang. Rencana ini tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034, dengan fokus kuat pada sumber energi terbarukan (EBT) yang akan mencapai 76% dari kapasitas baru. Rencana ambisius ini bertujuan mengubah bauran energi Indonesia sambil memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat.
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan rencana ambisius untuk mengembangkan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 70 gigawatt (GW) dalam dekade mendatang, didukung oleh investasi diperkirakan sebesar Rp 1.500 triliun. Inisiatif strategis ini dirinci dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru PT PLN (Persero) untuk periode 2025-2034. Rencana ini menekankan pergeseran signifikan menuju sumber energi terbarukan (EBT), dengan 76% dari kapasitas baru diharapkan berasal dari teknologi energi bersih.
Menurut Bhimo Aryanto, Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara, RUPTL menguraikan roadmap jelas untuk masa depan energi Indonesia. "Dalam hal capex (belanja modal), jika kita bayangkan, itu akan ada lebih dari Rp 1.500 triliun mungkin," ungkap Bhimo dalam Public & Business Leader Forum. Fokus pada energi terbarukan terlihat jelas karena rencana ini menargetkan 76% dari 70 GW kapasitas baru akan berasal dari sumber EBT, menandai langkah signifikan dalam transisi Indonesia menuju energi yang lebih bersih.
Rencana investasi masif ini memiliki implikasi jauh ke depan bagi lanskap energi Indonesia. Pengembangan kapasitas pembangkit listrik baru 70 GW tidak hanya akan memenuhi permintaan listrik yang meningkat tetapi juga mengubah bauran energi negara. Penekanan kuat pada energi terbarukan diharapkan mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.
Sementara rencana ini menghadirkan peluang signifikan bagi pertumbuhan sektor energi terbarukan, rencana ini juga menimbulkan tantangan dalam hal implementasi dan pendanaan. Pemerintah Indonesia dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk menggerakkan investasi yang dibutuhkan dan memastikan pelaksanaan yang sukses dari rencana ambisius ini.
Investasi Energi Rp 1.500 T
Target Kapasitas Listrik 70 GW