Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa pada akhir 2025 melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mencapai akses listrik universal pada 2030. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa akses listrik merupakan hak dasar bagi seluruh warga negara, sejalan dengan visi Presiden Prabowo.
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan inisiatif ambisius untuk membangun infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa pada akhir 2025 melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya nasional yang lebih luas untuk mencapai akses listrik universal pada 2030, sebagaimana diamanatkan oleh pemerintahan saat ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa akses listrik merupakan hak dasar bagi seluruh warga negara Indonesia. Komitmen pemerintah terhadap upaya ini ditegaskan kembali saat kunjungan ke Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, di mana Bahlil meninjau progres program Lisdes dan meresmikan pemasangan sambungan listrik baru.
Menteri ESDM menjelaskan bahwa target pembangunan kelistrikan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk elektrifikasi komprehensif di seluruh Indonesia pada 2029-2030. Arah kebijakan ini menggarisbawahi fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan sosial.
Program ini dilaksanakan melalui PT PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara, yang memainkan peran penting dalam memperluas akses listrik ke daerah terpencil dan terlayani. Upaya pemerintah melalui Lisdes menunjukkan langkah signifikan menuju keadilan energi dan mendukung tujuan pembangunan nasional.
Village Electricity Program Expansion
Rural Electrification Target Achievement