Indonesia Targets Mandatory E10 Fuel by 2028, Aims to End Solar Imports by 2026
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 8
Sources3 verified

Indonesia Targetkan Bahan Bakar E10 Wajib pada 2028, Berambisi Akhiri Impor Solar di 2026

Tim Editorial AnalisaHub·8 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia sedang mendorong dua inisiatif energi besar: implementasi bahan bakar E10 wajib (campuran etanol 10%) pada tahun 2028 dan penghentian total impor solar pada tahun 2026 1

3. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membuat kemajuan signifikan dengan program biodiesel B40, yang telah mengurangi impor solar sebesar 3,3 juta ton di tahun 2025 3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Percepat Adopsi Biofuel untuk Mengurangi Impor

Strategi Ganda: Bensin E10 dan Diesel B50

Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan strategi biofuel komprehensif dengan dua komponen utama: pengenalan bensin E10 (campuran etanol 10%) pada tahun 2028 dan kemajuan program diesel B50 (campuran biodiesel 50%) 1

. Menteri Energi Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa roadmap untuk E10 wajib hampir selesai dan diharapkan diimplementasikan selambat-lambatnya tahun 2028.

Program diesel B50 saat ini sedang dalam tahap uji coba dan diharapkan selesai pada semester pertama 2026, dengan potensi implementasi penuh pada semester kedua jika berhasil 1

2. Hal ini mengikuti implementasi sukses program B40 di tahun 2025, yang mencapai 105,2% dari target dengan 14,2 juta kiloliter pemanfaatan biodiesel 2.

Pengurangan Signifikan Impor Solar

Program B40 telah memberikan hasil substansial, berkontribusi pada pengurangan impor solar sebesar 3,3 juta ton antara tahun 2024 dan 2025 3

. Pada tahun 2024, impor solar mencapai 8,3 juta ton, yang menurun menjadi 5 juta ton di tahun 2025. Pengurangan ini tidak hanya menghemat devisa signifikan tapi juga menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp 130,21 triliun dan mengurangi emisi CO2 sebesar 38,88 juta ton 3.

Jalan Menuju Penghentian Total Impor Solar

Kesuksesan program B40 telah memberikan fondasi kuat bagi target ambisius pemerintah untuk menghentikan total impor solar pada tahun 2026. Faktor-faktor kunci yang mendukung tujuan ini meliputi:

  1. Implementasi biodiesel B50 yang sukses
  2. Operationalisasi Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan
  3. Ketersediaan pasokan CPO yang memadai untuk produksi biodiesel

Pemerintah optimis mencapai target nol impor solar, namun mengakui bahwa produk solar kualitas tinggi tertentu (CN51) untuk penggunaan industri mungkin masih memerlukan impor terbatas karena keterbatasan produksi dalam negeri saat ini 3

.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Program biodiesel telah menunjukkan manfaat ekonomi signifikan, termasuk:

  • Penghematan devisa Rp 130,21 triliun
  • Nilai tambah Rp 20,43 triliun untuk CPO melalui produksi biodiesel
  • Pengurangan emisi 38,88 juta ton CO2 ekuivalen

Inisiatif ini memposisikan Indonesia sebagai pemimpin adopsi energi terbarukan di kawasan sambil mencapai tujuan ekonomi dan lingkungan.

Sumber

  1. [Detik Finance - ESDM Target E10 2028](
  2. [Kontan - Realisasi B40](
  3. [Detik Finance - Penurunan Impor Solar](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
15 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Biofuel PolicyEnergy TransitionImport Reduction

Key Events

1

B40 Biodiesel Implementation Success

2

E10 Fuel Roadmap Completion

3

Solar Import Elimination Target

Timeline from 3 verified sources