Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia fokus mengembangkan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) prioritas, menargetkan investasi sebesar Rp 43 triliun. KEK yang dipilih adalah Sei Mangkei, Galang Batang, Gresik, dan Arun Lhokseumawe, yang dipilih karena peran strategisnya dalam rantai pasok global. Inisiatif ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, dengan penekanan pada pembangunan ekonomi terintegrasi dan hilirisasi industri.
Pemerintah Indonesia semakin gencar mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional. Pada awal 2026, semua KEK tengah melakukan pengembangan dengan fokus utama pada penguatan hilirisasi industri. Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang beroperasi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, energi, hingga teknologi digital.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menetapkan empat KEK prioritas: Sei Mangkei, Galang Batang, Gresik, dan Arun Lhokseumawe. KEK ini dipilih karena peran kritisnya dalam rantai pasok global dan potensinya untuk menarik investasi signifikan. Pemerintah bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi dan komprehensif di dalam zona-zona ini.
Pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp 43 triliun di KEK prioritas. Investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan posisi Indonesia dalam lanskap industri global. Strategi pembangunan meliputi peningkatan infrastruktur, penyederhanaan proses regulasi, dan promosi hilirisasi industri untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari zona-zona ini.
KEK Investment Target
National Development Plan Update
Economic Zone Prioritization