Key insights and market outlook
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji jalan biodiesel B50 secara nasional mulai 3 Desember 2025, mencakup enam sektor: otomotif, pertanian, pertambangan, perkeretaapian, perkapalan, dan pembangkit listrik. Langkah krusial ini mendahului implementasi wajib B50 di 2026. Uji coba ini bertujuan mengevaluasi kelayakan penggunaan campuran biodiesel dengan 50% biofuel di berbagai industri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai uji jalan biodiesel B50 pada 3 Desember 2025. Program pengujian besar-besaran ini akan dilakukan secara serentak di enam sektor utama: otomotif, mesin pertanian, peralatan pertambangan, lokomotif kereta api, kapal laut, dan genset pembangkit listrik. Campuran biodiesel B50, yang mengandung 50% biofuel dari sumber terbarukan, diuji untuk kinerja, kompatibilitas, dan potensi tantangan di berbagai aplikasi.
Uji jalan yang akan datang merupakan langkah kritis menuju adopsi wajib B50 di 2026. Inisiatif ini sejalan dengan strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendorong sumber energi terbarukan. Dengan mewajibkan campuran biodiesel yang lebih tinggi, pemerintah bertujuan menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi dan energi sekaligus mendukung industri pertanian melalui peningkatan permintaan minyak sawit dan bahan baku lain yang digunakan dalam produksi biodiesel.
Uji jalan B50 akan memberikan data berharga tentang kelayakan teknis penggunaan campuran biodiesel yang lebih tinggi pada infrastruktur dan peralatan yang ada. Area fokus utama kemungkinan mencakup kinerja mesin, kompatibilitas sistem bahan bakar, dan implikasi perawatan. Dari perspektif ekonomi, pengujian akan membantu menilai implikasi biaya bagi berbagai industri dan menginformasikan potensi penyesuaian pada roadmap implementasi.
B50 Biodiesel Road Test Commencement
Biodiesel Mandate Implementation