Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia berencana untuk memangkas produksi nikel dan batu bara pada tahun 2026 melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menstabilkan harga global. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi surplus pasokan dan penurunan harga saat ini pada kedua komoditas tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa langkah ini akan membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, memastikan harga yang lebih baik bagi produsen dan meningkatkan pendapatan negara 2
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengurangi produksi nikel dan batu bara pada tahun 2026 melalui implementasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Langkah strategis ini bertujuan untuk mengatasi surplus saat ini di pasar global dan penurunan harga selanjutnya pada komoditas penting ini 2
Menurut Meidy Katrin Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), surplus nikel global diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2026. Surplus saat ini sebesar 209 metrik ton diproyeksikan meningkat menjadi 261 metrik ton pada 2026, dengan Indonesia menyumbang sekitar 65% dari surplus ini karena posisinya yang dominan dalam produksi nikel global 1
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pemangkasan produksi diperlukan untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut. Kontribusi signifikan Indonesia terhadap pasokan batu bara dan nikel global - menyumbang hampir 50% dari perdagangan batu bara global - telah menjadi faktor utama dalam dinamika pasar saat ini. Pemerintah berencana menggunakan mekanisme RKAB untuk mengontrol tingkat produksi dan memastikan harga pasar yang lebih baik untuk kedua komoditas 2
Pemangkasan produksi diharapkan memiliki beberapa implikasi ekonomi:
Production Cut Announcement for 2026
Commodity Price Stabilization Efforts