Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia memperluas pengembangan industri hilir ke sektor non-pertambangan, dengan fokus pada komoditas kelapa. Investasi $100 juta dari investor China akan membangun pabrik pengolahan hilir kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah, yang diperkirakan rampung pada 2026. Proyek ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengembangkan industri hilir di sektor pertanian dan kelautan.
Pemerintah Indonesia memperluas pengembangan industri hilir di luar pertambangan ke sektor lain, khususnya produk pertanian dan kelautan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa komoditas kelapa akan menjadi salah satu fokus utama perluasan ini.
Investasi sebesar $100 juta (sekitar Rp 1,66 triliun) dari investor China akan mendanai pembangunan pabrik pengolahan hilir kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan hilir pertanian Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah di berbagai sektor melalui pengolahan hilir. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan potensi ekspor Indonesia di sektor pertanian.
Implementasi proyek hilir kelapa yang sukses dapat menjadi model untuk pengembangan hilir lebih lanjut pada komoditas pertanian lainnya, yang berpotensi mentransformasi lanskap ekonomi Indonesia dan memperkuat posisinya di pasar komoditas global.
$100M Coconut Downstream Investment
Morowali Processing Plant Development