Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia akan menghentikan insentif kendaraan listrik di tahun 2026, menurut Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% yang saat ini berlaku akan berakhir pada akhir 2025. Airlangga menyatakan bahwa periode insentif selama dua tahun telah mencapai tujuannya dalam mendorong manufaktur lokal.
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa tidak akan melanjutkan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) setelah tahun 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% untuk kendaraan listrik yang saat ini berlaku akan berakhir pada akhir 2025. Dalam acara GJAW 2025, Airlangga menekankan bahwa periode insentif selama dua tahun telah berhasil mendorong produksi kendaraan listrik lokal.
Airlangga menjelaskan bahwa insentif telah mencapai tujuan yang diinginkan. Banyak produsen kendaraan listrik telah mulai merakit kendaraan di Indonesia melalui produksi Completely Knocked Down (CKD). Menteri tersebut menyoroti bahwa insentif yang diberikan selama fase awal efektif dalam menarik investasi dan meningkatkan kapasitas produksi lokal.
Keputusan untuk mengakhiri insentif menandai perubahan signifikan dalam kebijakan otomotif pemerintah. Sementara dampak langsung pada konsumen mungkin negatif karena potensi kenaikan harga, manfaat jangka panjang termasuk industri EV lokal yang lebih mapan. Penghentian insentif diperkirakan akan menguji daya saing sektor manufaktur EV yang baru berkembang di Indonesia.
Ketika Indonesia melangkah maju dengan strategi kendaraan listriknya, fokus kemungkinan akan bergeser ke arah mempertahankan momentum yang dicapai selama periode insentif. Pemerintah mungkin perlu mempertimbangkan langkah-langkah dukungan lain untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan di sektor EV, khususnya di bidang pengembangan infrastruktur dan dukungan teknologi.
End of EV Incentives
PPN Reduction Expiry
Shift in Automotive Policy