Indonesia to End Electric Vehicle Incentives in 2026, Minister Announces
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Indonesia Tidak Lanjutkan Insentif Kendaraan Listrik di 2026, Menteri Umumkan

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia akan menghentikan insentif kendaraan listrik di tahun 2026, menurut Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% yang saat ini berlaku akan berakhir pada akhir 2025. Airlangga menyatakan bahwa periode insentif selama dua tahun telah mencapai tujuannya dalam mendorong manufaktur lokal.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Tidak Lanjutkan Insentif Kendaraan Listrik di 2026

Pergeseran Kebijakan Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa tidak akan melanjutkan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) setelah tahun 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% untuk kendaraan listrik yang saat ini berlaku akan berakhir pada akhir 2025. Dalam acara GJAW 2025, Airlangga menekankan bahwa periode insentif selama dua tahun telah berhasil mendorong produksi kendaraan listrik lokal.

Alasan di Balik Keputusan

Airlangga menjelaskan bahwa insentif telah mencapai tujuan yang diinginkan. Banyak produsen kendaraan listrik telah mulai merakit kendaraan di Indonesia melalui produksi Completely Knocked Down (CKD). Menteri tersebut menyoroti bahwa insentif yang diberikan selama fase awal efektif dalam menarik investasi dan meningkatkan kapasitas produksi lokal.

Dampak pada Industri Otomotif

Keputusan untuk mengakhiri insentif menandai perubahan signifikan dalam kebijakan otomotif pemerintah. Sementara dampak langsung pada konsumen mungkin negatif karena potensi kenaikan harga, manfaat jangka panjang termasuk industri EV lokal yang lebih mapan. Penghentian insentif diperkirakan akan menguji daya saing sektor manufaktur EV yang baru berkembang di Indonesia.

Prospek Masa Depan

Ketika Indonesia melangkah maju dengan strategi kendaraan listriknya, fokus kemungkinan akan bergeser ke arah mempertahankan momentum yang dicapai selama periode insentif. Pemerintah mungkin perlu mempertimbangkan langkah-langkah dukungan lain untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan di sektor EV, khususnya di bidang pengembangan infrastruktur dan dukungan teknologi.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Electric Vehicle PolicyAutomotive Industry IncentivesGovernment Economic Policy

Key Events

1

End of EV Incentives

2

PPN Reduction Expiry

3

Shift in Automotive Policy

Timeline from 1 verified sources