Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedNov 6
Sources2 verified

Indonesia Peroleh Pinjaman Rp 5,8 T dari Spanyol untuk Tingkatkan Pengawasan Maritim

Tim Editorial AnalisaHub·6 November 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 5,8 triliun dari Spanyol untuk meningkatkan kemampuan pengawasan maritim melalui proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS). Inisiatif ini mencakup pembangunan 10 kapal pengawas dan implementasi sistem pemantauan canggih, termasuk Vessel Monitoring System (VMS) dan drone pengawasan udara. Proyek ini bertujuan untuk melawan penangkapan ikan ilegal dan memperkuat keamanan maritim, dengan potensi kerugian akibat aktivitas ilegal diperkirakan mencapai Rp 16 triliun 1

2.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Perkuat Pengawasan Maritim dengan Pinjaman Spanyol

Proyek MFISS Komprehensif untuk Menangani Penangkapan Ikan Ilegal

Pemerintah Indonesia telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 5,8 triliun dari Spanyol untuk meningkatkan kemampuan pengawasan maritim melalui proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS) 2

. Inisiatif komprehensif ini merupakan langkah penting dalam melawan penangkapan ikan ilegal dan memperkuat keamanan maritim di perairan Indonesia.

Komponen Utama Proyek MFISS

  1. Pembangunan 10 Kapal Pengawas: Empat kapal berukuran 70 meter akan dibangun di Spanyol, sementara enam lainnya akan dibangun di dalam negeri 2.
  2. Implementasi Sistem Pemantauan Canggih: Termasuk Vessel Monitoring System (VMS) untuk pelacakan kapal penangkap ikan secara real-time 1.
  3. Pengadaan Drone Pengawasan Udara: Untuk meningkatkan kemampuan pemantauan di perairan Indonesia 2.
  4. Integrasi Sistem Komando dan Kontrol: Untuk meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah 2.

Menangani Penangkapan Ikan Ilegal dan Dampaknya

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa antara 2020 dan 2025, 1.149 kapal penangkap ikan ilegal telah ditangkap, dengan potensi kerugian mencapai Rp 16 triliun 1

. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa penangkapan ikan ilegal tetap menjadi masalah serius, terutama di wilayah perbatasan seperti Selat Malaka dan Laut Natuna 1.

Tantangan Saat Ini dan Rencana Masa Depan

KKP saat ini hanya mengoperasikan 34 kapal pengawas dengan usia rata-rata 15 tahun, sementara jumlah ideal dianggap mencapai 70 kapal 1

. Untuk mengatasi kesenjangan ini, alokasi Rp 2 triliun dari pinjaman Spanyol untuk tahun anggaran 2025 akan digunakan untuk membangun aset pengawasan tambahan 2.

Proyek ini diharapkan selesai pada akhir 2028, dengan implementasi dimulai pada akhir 2025 2

. Investasi strategis dalam pengawasan maritim ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk melindungi sumber daya lautnya dan meningkatkan kemampuan keamanan maritim.

Sumber

  1. [Detik Finance - KKP Tangkap 1.149 Kapal Pencuri Ikan](
  2. [Detik Finance - RI Utang Rp 5,8 T ke Spanyol](
Original Sources

Story Info

Published
2 months ago
Read Time
13 min
Sources
2 verified
Related Stocks
TLKMIHSG

Topics Covered

Maritime Surveillance DevelopmentIllegal Fishing PreventionInternational Cooperation (Indonesia-Spain)Government Infrastructure Spending

Key Events

1

IDR 5.8 Trillion Loan Agreement with Spain

2

MFISS Project Implementation

3

Surveillance Vessel Construction Plan

Timeline from 2 verified sources