Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 5,8 triliun dari Spanyol untuk meningkatkan kemampuan pengawasan maritim melalui proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS). Inisiatif ini mencakup pembangunan 10 kapal pengawas dan implementasi sistem pemantauan canggih, termasuk Vessel Monitoring System (VMS) dan drone pengawasan udara. Proyek ini bertujuan untuk melawan penangkapan ikan ilegal dan memperkuat keamanan maritim, dengan potensi kerugian akibat aktivitas ilegal diperkirakan mencapai Rp 16 triliun 1
Pemerintah Indonesia telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 5,8 triliun dari Spanyol untuk meningkatkan kemampuan pengawasan maritim melalui proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS) 2
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa antara 2020 dan 2025, 1.149 kapal penangkap ikan ilegal telah ditangkap, dengan potensi kerugian mencapai Rp 16 triliun 1
KKP saat ini hanya mengoperasikan 34 kapal pengawas dengan usia rata-rata 15 tahun, sementara jumlah ideal dianggap mencapai 70 kapal 1
Proyek ini diharapkan selesai pada akhir 2028, dengan implementasi dimulai pada akhir 2025 2
IDR 5.8 Trillion Loan Agreement with Spain
MFISS Project Implementation
Surveillance Vessel Construction Plan