Indonesia to Halt Private Solar Imports by April 2026, Impacting Private Fuel Stations
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 28
Sources4 verified

Indonesia Menghentikan Impor Solar Swasta Mulai April 2026, Dampak pada SPBU Swasta

Tim Editorial AnalisaHub·28 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah memastikan akan menghentikan impor solar swasta sepenuhnya mulai April 2026 1

2. Seluruh kebutuhan solar, termasuk untuk SPBU swasta, wajib dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri atau melalui Pertamina 1. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor dan memaksimalkan kapasitas kilang domestik yang saat ini mencapai 1,18 juta barel per hari 2.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Terapkan Larangan Impor Solar Swasta secara Menyeluruh Mulai April 2026

Tinjauan Kebijakan

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan larangan menyeluruh impor solar swasta efektif April 2026 1

2. Kebijakan ini mewajibkan semua kebutuhan solar, termasuk SPBU swasta, untuk dipenuhi melalui produksi kilang domestik atau pasokan dari PT Pertamina (Persero) 1. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada produk minyak impor dan memaksimalkan kapasitas kilang domestik.

Kapasitas Kilang Domestik

Kementerian ESDM menekankan bahwa kapasitas kilang Indonesia saat ini sekitar 1,18 juta barel per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik bila dikelola dengan baik 2

. Kapasitas kilang nasional tersebar di beberapa fasilitas termasuk Kilang Cilacap (348.000 bph), RDMP Balikpapan (360.000 bph), dan kilang lainnya 2.

Dampak pada SPBU Swasta

Kebijakan baru ini diperkirakan berdampak signifikan pada operator SPBU swasta karena mereka tidak lagi dapat melakukan impor solar secara langsung. Mereka harus mengandalkan Pertamina atau kilang domestik untuk pasokan mereka 1

. Perubahan ini berpotensi mempengaruhi fleksibilitas operasional dan struktur biaya mereka.

Jaminan Pemerintah dan Proyeksi Masa Depan

Menteri Bahlil Lahadalia meyakinkan bahwa dengan rampungnya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada 2026, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus produksi solar, berpotensi antara 3 hingga 4 juta kiloliter 4

. Surplus ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik, sehingga mendukung keputusan pemerintah untuk menghentikan impor.

Status Stok Saat Ini

Pada akhir Desember 2025, stok bahan bakar Indonesia, termasuk solar, dilaporkan cukup untuk sekitar 20 hari konsumsi, melebihi persyaratan stok minimum pemerintah 3

. Buffer ini dipandang sebagai indikator positif kemampuan negara dalam mengelola transisi dari impor.

Sumber

  1. [Kontan - Impor Solar Swasta Dihentikan](
  2. [Kontan - April 2026 Impor Solar Dilarang](
  3. [Kontan - Cadangan 20 Hari](
  4. [Kontan - Menteri ESDM Bahlil Buka Suara](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
14 min
Sources
4 verified

Topics Covered

Energy PolicyFuel Import RegulationRefining Capacity

Key Events

1

Private Solar Import Ban

2

Domestic Refining Capacity Utilization

3

Fuel Stock Management

Timeline from 4 verified sources