Key insights and market outlook
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengembangkan mekanisme bea keluar batubara yang berbeda dari bea keluar emas yang sudah ditetapkan sebesar 15%. Bea keluar batubara akan dipicu oleh harga batubara global tertentu bukan dengan tarif tetap. Kementerian saat ini sedang menyelesaikan formulasi dan tarifnya, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan industri dan optimalisasi pendapatan negara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengembangkan mekanisme bea keluar batubara yang berbeda signifikan dari sistem bea keluar emas yang ada. Sementara bea keluar emas ditetapkan sebesar 15%, bea keluar batubara akan sensitif terhadap harga, hanya diberlakukan ketika harga batubara global mencapai tingkat tertentu.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyatakan bahwa kementerian saat ini sedang menyelesaikan formulasi dan tarif bea keluar batubara. Meskipun angka acuan sudah ditentukan, detail pasti masih belum diungkapkan sambil menunggu perhitungan lebih lanjut. Kementerian sedang mengupayakan keseimbangan antara menjaga kelangsungan industri dan mengoptimalkan pendapatan negara.
ESDM mengambil pendekatan hati-hati untuk menghindari pembebanan berlebihan pada industri batubara dengan biaya tambahan yang bisa menyebabkan kegagalan bisnis. Mekanisme baru ini bertujuan memastikan industri tetap berkelanjutan sambil memberikan kontribusi yang tepat pada pendapatan negara. Formulasi akhir diharapkan dapat memenuhi kedua tujuan ini secara efektif.
Coal Export Duty Mechanism Announcement
New Mineral Resources Policy