Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru di 2026 dengan alokasi anggaran Rp300 triliun dan suku bunga tetap 6%. Untuk mencegah kenaikan kredit macet, Institute for Development of Economics & Finance (Indef) merekomendasikan penguatan tata kelola melalui credit scoring terintegrasi, monitoring real-time, dan batas kredit berbasis risiko. Skema baru ini juga akan mencabut batas penarikan untuk sektor produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru di 2026, dengan mempertahankan suku bunga tetap 6% sambil meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp300 triliun. Institute for Development of Economics & Finance (Indef) menekankan pentingnya penguatan mekanisme tata kelola untuk menjaga keberlanjutan program.
Skema KUR baru ini membawa perubahan signifikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas keuangan:
Hingga November 2025, penyaluran KUR telah mencapai Rp238 triliun, sekitar 83% dari target Rp286 triliun untuk tahun ini. Kementerian UMKM telah berhasil mencapai 60,7% alokasi ke sektor produksi, melebihi target 60%. Program ini juga mencatat 1,3 juta debitur lulus, dengan akuisisi debitur baru mencapai 96% dari target 2,34 juta.
Kementerian juga berencana untuk mengimplementasikan program formalisasi pekerja informal, dengan proyeksi mendukung 8-11 juta pekerjaan di sektor UMKM. Untuk 2026, target telah ditetapkan sebesar Rp320 triliun dengan rencana peningkatan alokasi ke sektor produksi menjadi 65%.
New KUR Scheme Implementation
KUR Budget Allocation Increase
Microfinance Governance Enhancement