Key insights and market outlook
Indonesia sedang bernegosiasi perjanjian tarif resiprokal dengan AS, yang berpotensi memungkinkan impor 15 juta barrel of oil equivalent (boe) dari AS tanpa lelang. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Pertamina akan menangani impor tersebut, sebagai bagian dari negosiasi perdagangan yang lebih luas yang dipimpin oleh pemerintah Indonesia. Perjanjian ini diharapkan akan diselesaikan tahun ini dengan potensi pengurangan tarif hingga 0% untuk komoditas tertentu seperti kelapa sawit dan karet.
Indonesia membuat kemajuan signifikan dalam negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat, dengan potensi kesepakatan energi besar di depan mata. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia mempertimbangkan untuk mengimpor 15 juta barrel of oil equivalent (boe) dari AS tanpa lelang. Langkah ini merupakan bagian dari negosiasi perdagangan yang lebih luas antara kedua negara, yang dipimpin oleh pemerintah Indonesia.
Penugasan impor ini diperkirakan akan ditangani oleh perusahaan energi milik negara, PT Pertamina (Persero). Airlangga mengonfirmasi bahwa Pertamina akan bertanggung jawab untuk sourcing produk energi dari AS. Perkembangan ini menyoroti peran penting yang akan dimainkan Pertamina dalam implementasi potensi kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan AS.
Jika negosiasi berhasil, pemerintah Indonesia berencana untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) untuk memfasilitasi kesepakatan ini. Kerangka regulasi ini akan sangat penting dalam implementasi kesepakatan perdagangan dan memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang ada.
Kesepakatan impor energi ini merupakan bagian dari negosiasi perdagangan yang lebih besar antara Indonesia dan AS. Airlangga menyebutkan bahwa perjanjian tarif resiprokal telah mencapai tahap lanjut, dengan sebagian besar teks sudah dibahas dan dikirim ke AS. Pemerintah Indonesia mencari pengurangan tarif yang signifikan, berpotensi menurunkan tarif hingga 0% untuk komoditas tertentu. Produk seperti kelapa sawit, karet, dan kakao termasuk yang dipertimbangkan untuk mendapatkan perlakuan tarif nol, karena dianggap tidak bersaing dengan produksi dalam negeri AS.
Kesepakatan perdagangan yang diusulkan ini memiliki implikasi strategis bagi kedua negara. Bagi Indonesia, ini mewakili kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan AS sambil mengamankan pasokan energi. Bagi AS, ini bisa memberikan kesempatan ekspor yang signifikan bagi produsen energi Amerika. Kesepakatan ini juga menggarisbawahi upaya berkelanjutan oleh kedua negara untuk meningkatkan hubungan perdagangan bilateral melalui pengurangan tarif yang dinegosiasikan dan perbaikan akses pasar.
Potential 15 Million Boe US Oil Import
Reciprocal Tariff Agreement Negotiations
Zero Tariff Proposal for Key Commodities