Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana untuk memperkenalkan lapisan baru dalam struktur tarif cukai rokok untuk tahun 2026, sambil mempertahankan tarif cukai dan harga jual eceran saat ini. Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) meminta untuk dilibatkan dalam perumusan kebijakan baru ini, menekankan pentingnya partisipasi industri untuk menciptakan solusi optimal bagi industri tembakau legal di tengah daya beli yang masih pulih dan peredaran rokok ilegal yang meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memutuskan untuk mempertahankan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan harga jual eceran saat ini untuk tahun 2026 sambil berencana memperkenalkan lapisan baru dalam struktur tarif yang ada. Keputusan ini diambil ketika pemerintah Indonesia terus mencari keseimbangan antara kebijakan fiskal dan keberlanjutan industri. Lapisan baru ini diharapkan dapat menambah kompleksitas pada sistem empat tingkat yang saat ini berlaku, yang berpotensi berdampak pada produsen rokok legal dan konsumen.
Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) telah mengungkapkan kekhawatiran tentang perubahan yang diusulkan dan secara formal meminta untuk dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan. Ketua GAPPRI Henry Najoan menekankan bahwa partisipasi industri sangat penting untuk menciptakan solusi efektif yang mempertimbangkan kebutuhan pendapatan pemerintah dan kelangsungan industri. Asosiasi ini menyoroti dua tantangan besar yang saat ini dihadapi industri tembakau legal: daya beli konsumen yang masih dalam tahap pemulihan dan peredaran rokok ilegal yang meningkat.
Pengenalan lapisan tarif baru dapat memiliki implikasi signifikan bagi industri tembakau legal dan pendapatan pemerintah. Di satu sisi, hal ini dapat membantu lebih membedakan kategori produk dan berpotensi mengontrol pasar tembakau dengan lebih efektif. Di sisi lain, hal ini dapat menambah kompleksitas kepatuhan dan berpotensi meningkatkan biaya produksi bagi produsen. Keputusan pemerintah untuk mempertahankan tarif cukai saat ini sambil memperkenalkan lapisan baru menunjukkan pendekatan seimbang antara penciptaan pendapatan dan keberlanjutan industri.
Keberhasilan kebijakan baru ini akan tergantung pada seberapa efektif pemerintah dapat menyeimbangkan tujuan fiskal dengan kebutuhan industri. Keterlibatan pemangku kepentingan industri, seperti yang diminta oleh GAPPRI, akan sangat penting dalam membentuk kebijakan yang efektif dalam mengontrol pasar tembakau dan mendukung operasi industri legal. Pemerintah perlu mempertimbangkan dengan hati-hati umpan balik industri dan dinamika pasar sebelum menyelesaikan struktur tarif baru.
New Cigarette Excise Tariff Layer Introduction
Cigarette Industry Policy Consultation