Key insights and market outlook
Indonesia berencana untuk mengurangi impor jagung mulai tahun depan seiring dengan meningkatnya produksi dalam negeri, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pemerintah menargetkan untuk menghentikan impor jagung pada tahun 2026 dan berpotensi menjadi eksportir. Langkah ini mengikuti keberhasilan penghentian impor beras karena peningkatan produksi dalam negeri. Keputusan ini didukung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menerima jaminan dari Menteri Pertanian dan Kapolri terkait rencana ini.
Indonesia berencana untuk mengurangi impor jagung mulai tahun depan seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa impor jagung akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual, dengan target untuk menghentikan impor sepenuhnya dalam waktu dekat. Perkembangan ini mengikuti keberhasilan Indonesia dalam menghentikan impor beras karena peningkatan produksi dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan keyakinannya dalam mencapai swasembada jagung pada tahun 2026. Beliau menerima jaminan dari Menteri Sulaiman dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait implementasi rencana ini. Keputusan ini didukung oleh penurunan signifikan impor jagung dari 500.000 ton di tahun 2024 ke tingkat yang lebih rendah di tahun 2025.
Fokus pemerintah pada peningkatan produksi dalam negeri diharapkan membawa beberapa hasil positif:
Seiring Indonesia bergerak menuju pencapaian target pertaniannya, keberhasilan inisiatif ini dapat menjadi model untuk komoditas lain dan berpotensi mengubah posisi negara di pasar pertanian regional.
Corn Import Reduction Plan
Agricultural Production Increase
Food Security Initiative