Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia berupsi mengurangi impor solar dengan menerapkan mandat biodiesel B40, yang telah menunjukkan hasil signifikan. Impor solar diperkirakan turun menjadi 4,92 juta kiloliter di 2025 dari 8,02 juta kiloliter di 2024. Mandat B40 telah menghemat Rp 107,20 triliun devisa dan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja. Rencana sedang dilakukan untuk mengimplementasikan biodiesel B50 pada semester II 2025.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membuat langkah signifikan dalam mengurangi ketergantungan negara pada impor solar. Implementasi mandat biodiesel B40 telah berperan penting dalam upaya ini, menghasilkan penurunan besar dalam impor solar dari 8,02 juta kiloliter di 2024 menjadi 4,92 juta kiloliter di 2025.
Mandat B40 tidak hanya mengurangi impor solar tetapi juga berdampak positif pada perekonomian. Hingga 6 September 2025, implementasi B40 telah menghemat Rp 107,20 triliun devisa. Selain itu, telah berkontribusi Rp 16,89 triliun pada nilai tambah ekonomi dari CPO (Crude Palm Oil) dan menciptakan kesempatan kerja untuk sekitar 1,5 juta orang di sektor on-farm dan off-farm.
Berdasarkan keberhasilan B40, pemerintah kini mempersiapkan implementasi biodiesel B50 pada semester kedua 2025. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani, menekankan bahwa persiapan komprehensif sedang dilakukan. Ini termasuk uji teknis road test, studi tentang ketersediaan CPO, penilaian infrastruktur pendukung, dan evaluasi keberlanjutan dana.
Peralihan ke campuran biodiesel yang lebih tinggi adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil dan mempromosikan penggunaan sumber energi terbarukan. Implementasi B50 yang sukses diharapkan dapat lebih lanjut mengurangi impor solar dan meningkatkan keamanan energi negara.
B40 Biodiesel Mandate Implementation
Reduction in Solar Imports
B50 Biodiesel Preparation