Key insights and market outlook
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas penyempurnaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pembaruan ini bertujuan untuk menampung bidang usaha baru dan meningkatkan akurasi data ekonomi untuk sensus ekonomi 2026. KBLI yang terakhir diperbarui pada 2020 ini akan direvisi untuk mencerminkan perkembangan ekonomi terkini dan industri yang muncul.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengunjungi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas penyempurnaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pertemuan tersebut berfokus pada pembaruan sistem klasifikasi untuk lebih baik dalam menangkap sektor usaha yang muncul dan meningkatkan akurasi data ekonomi.
Rosan menjelaskan bahwa KBLI saat ini perlu diperbarui karena banyak bidang usaha baru yang belum memiliki kode klasifikasi. Penyempurnaan ini akan membantu menciptakan gambaran yang lebih akurat tentang perekonomian negara. "Karena KBLI yang baru ini nanti akan disempurnakan sesuai dengan perkembangan yang ada. Banyak bidang-bidang yang KBLI-nya belum ada sehingga dengan ini bisa untuk memotret perekonomian kita lebih baik dan tepat," ujar Rosan setelah pertemuan.
KBLI biasanya diperbarui setiap lima tahun sekali, dengan revisi terakhir dilakukan pada 2020. Pembaruan ini sangat tepat waktu karena akan digunakan untuk sensus ekonomi 2026. Dengan menyempurnakan sistem klasifikasi, pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa data ekonomi tercatat secara akurat dan komprehensif. KBLI yang diperbarui akan memungkinkan pelacakan aktivitas ekonomi yang lebih baik, termasuk di sektor-sektor yang muncul yang saat ini belum memiliki klasifikasi yang tepat.
KBLI Update Discussion
Economic Census Preparation