Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia akan melakukan studi kelayakan untuk pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam melalui Kalimantan. Proyek potensial ini, yang pertama kali diusulkan oleh Menteri Transportasi Sarawak YB Dato Sri Lee Kim Shin, bertujuan meningkatkan konektivitas regional dan mendorong pembangunan ekonomi. Studi ini akan mengevaluasi manfaat dan tantangan proyek bagi Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jaringan kereta api nasional.
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk melakukan studi kelayakan komprehensif terkait usulan pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam melalui Kalimantan. Perkembangan ini mengikuti proposal yang disampaikan oleh Menteri Transportasi Sarawak YB Dato Sri Lee Kim Shin saat kunjungannya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) beberapa waktu lalu.
Proyek kereta api yang diusulkan ini bertujuan untuk secara signifikan meningkatkan konektivitas regional dan mendorong kerja sama ekonomi di antara ketiga negara. Menurut Odo RM Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah (Kemenko IPK), pemerintah Indonesia akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap potensi manfaat dan tantangan proyek sebelum melanjutkan.
Usulan jalur kereta api lintas negara ini sejalan dengan rencana perluasan jaringan kereta api nasional Indonesia. Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan Kemenko IPK untuk fokus pada perluasan jaringan kereta api nasional, termasuk pembangunan jalur baru dan revitalisasi infrastruktur yang ada. Pemerintah menargetkan peningkatan total panjang jalur kereta api menjadi 12.000 kilometer, mengembalikan ke puncak historisnya pada era kolonial Belanda.
Strategi pengembangan kereta api akan memprioritaskan wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, pemerintah berencana melakukan revitalisasi infrastruktur yang menua, termasuk terowongan yang berusia antara 75 hingga 100 tahun. Pendekatan komprehensif terhadap pengembangan kereta api ini diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah.
Jalur kereta api lintas negara yang diusulkan ini diperkirakan akan memiliki implikasi regional yang signifikan, berpotensi mengubah dinamika transportasi dan perdagangan antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dengan meningkatkan konektivitas, proyek ini dapat memfasilitasi pergerakan barang dan orang yang lebih lancar, sehingga mendorong integrasi dan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut.
Feasibility Study for Cross-Border Railway
National Railway Expansion Plans