Indonesia to Study Cross-Border Railway with Malaysia and Brunei
Back
Back
5
Impact
4
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 20
Sources1 verified

Indonesia Akan Kaji Kereta Lintas Negara dengan Malaysia dan Brunei

Tim Editorial AnalisaHub·20 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia akan melakukan studi kelayakan untuk pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam melalui Kalimantan. Proyek potensial ini, yang pertama kali diusulkan oleh Menteri Transportasi Sarawak YB Dato Sri Lee Kim Shin, bertujuan meningkatkan konektivitas regional dan mendorong pembangunan ekonomi. Studi ini akan mengevaluasi manfaat dan tantangan proyek bagi Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jaringan kereta api nasional.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Akan Kaji Proyek Kereta Lintas Negara dengan Malaysia dan Brunei

Inisiatif Konektivitas Regional

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk melakukan studi kelayakan komprehensif terkait usulan pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam melalui Kalimantan. Perkembangan ini mengikuti proposal yang disampaikan oleh Menteri Transportasi Sarawak YB Dato Sri Lee Kim Shin saat kunjungannya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) beberapa waktu lalu.

Latar Belakang dan Konteks

Proyek kereta api yang diusulkan ini bertujuan untuk secara signifikan meningkatkan konektivitas regional dan mendorong kerja sama ekonomi di antara ketiga negara. Menurut Odo RM Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah (Kemenko IPK), pemerintah Indonesia akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap potensi manfaat dan tantangan proyek sebelum melanjutkan.

Rencana Perluasan Jaringan Kereta Api Nasional

Usulan jalur kereta api lintas negara ini sejalan dengan rencana perluasan jaringan kereta api nasional Indonesia. Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan Kemenko IPK untuk fokus pada perluasan jaringan kereta api nasional, termasuk pembangunan jalur baru dan revitalisasi infrastruktur yang ada. Pemerintah menargetkan peningkatan total panjang jalur kereta api menjadi 12.000 kilometer, mengembalikan ke puncak historisnya pada era kolonial Belanda.

Area Prioritas dan Pengembangan Infrastruktur

Strategi pengembangan kereta api akan memprioritaskan wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, pemerintah berencana melakukan revitalisasi infrastruktur yang menua, termasuk terowongan yang berusia antara 75 hingga 100 tahun. Pendekatan komprehensif terhadap pengembangan kereta api ini diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah.

Implikasi Regional

Jalur kereta api lintas negara yang diusulkan ini diperkirakan akan memiliki implikasi regional yang signifikan, berpotensi mengubah dinamika transportasi dan perdagangan antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dengan meningkatkan konektivitas, proyek ini dapat memfasilitasi pergerakan barang dan orang yang lebih lancar, sehingga mendorong integrasi dan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
0 months ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Infrastruktur Kereta ApiKerja Sama RegionalPembangunan Ekonomi

Key Events

1

Feasibility Study for Cross-Border Railway

2

National Railway Expansion Plans

Timeline from 1 verified sources