Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia memperkenalkan strategi investasi baru untuk tahun 2026 guna menarik investasi high-tech, dengan fokus pada penyelesaian kekurangan tenaga kerja lokal yang terampil. Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menekankan bahwa meskipun investor high-tech membawa teknologinya, kemampuan dasar Sumber Daya Manusia (SDM) lokal tetap menjadi perhatian utama bagi calon investor.
Pemerintah Indonesia sedang mengembangkan strategi komprehensif untuk menarik investasi high-tech di tahun 2026, dengan fokus utama pada penyelesaian masalah kemampuan tenaga kerja lokal. Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal BKPM, menekankan bahwa ketersediaan SDM yang terampil tetap menjadi tantangan utama bagi calon investor high-tech.
Investor high-tech biasanya membawa teknologi canggih; namun, keputusan investasi mereka sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kerja lokal dalam mengoperasikan dan memelihara teknologi tersebut. Pemerintah mengakui bahwa meskipun investor asing membawa keahlian teknologi, kemampuan dasar pekerja Indonesia untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif sangat krusial bagi keberhasilan investasi.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, pemerintah sedang merumuskan pendekatan multi-faset untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal. Hal ini mencakup potensi investasi dalam program pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan teknologi yang sedang berkembang, sehingga menciptakan lingkungan investasi yang lebih menarik bagi perusahaan high-tech yang mempertimbangkan Indonesia sebagai destinasi potensial.
Upaya pemerintah untuk menarik investasi high-tech merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Dengan fokus pada pengembangan SDM, Indonesia bertujuan untuk memposisikan dirinya sebagai destinasi yang kompetitif untuk investasi teknologi canggih di kawasan.
New Investment Strategy Announcement
High-Tech Investment Promotion