Key insights and market outlook
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta pengusaha mengimpor 1,5 juta sapi perah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Stok sapi perah saat ini hanya 500.000 ekor, kurang dari kebutuhan program. Setiap dapur MBG membutuhkan 40-50 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan harian 450 liter susu.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah mengeluarkan seruan mendesak kepada pengusaha untuk mengimpor sapi perah guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberikan makanan bergizi kepada warga yang membutuhkan, namun menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan susu.
Indonesia saat ini memiliki sekitar 500.000 sapi perah, namun membutuhkan sekitar 1,5 juta ekor untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Setiap dapur program atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan 40-50 ekor sapi perah untuk memenuhi kebutuhan harian 450 liter susu. Keterbatasan ini mendorong BGN untuk mencari partisipasi sektor swasta dalam impor sapi perah.
Dadan Hindayana menekankan bahwa mengimpor sapi perah tidak akan merugikan pengusaha karena susu yang dihasilkan akan diserap oleh program MBG. Ia menyoroti bahwa mengimpor 500.000 ekor sapi akan menjadi peluang ekonomi signifikan karena program ini menjamin permintaan susu yang dihasilkan.
Kepala BGN menyampaikan seruan ini dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin di Jakarta. Proposal ini menghadirkan peluang bisnis besar, namun juga membawa tantangan seperti logistik impor ternak, pemeliharaan kesehatan hewan, dan praktik peternakan sapi perah yang berkelanjutan.
Program MBG merupakan andalan inisiatif kesejahteraan sosial Presiden Prabowo. Dengan mengatasi kekurangan sapi perah, pemerintah bertujuan memastikan kesuksesan program yang akan berdampak positif pada hasil gizi penerima manfaat dan industri susu melalui peningkatan permintaan.
Dairy Cattle Import Proposal
MBG Program Requirement Announcement