Key insights and market outlook
Akademisi Indonesia Rhenald Kasali menyoroti tren micro-drama China yang sedang berkembang, di mana episode 5 menit membuat penonton tetap terlibat melalui penceritaan bersambung, sering kali berujung pada konsumsi konten berbayar. Fenomena ini mendapatkan perhatian dan berpotensi mengalihkan preferensi hiburan dari drama Korea tradisional.
Akademisi dan praktisi bisnis Indonesia Rhenald Kasali menyoroti tren pertumbuhan cepat micro-drama China. Drama ultra-pendek ini, yang biasanya berdurasi lima menit per episode, menciptakan engagement signifikan melalui format bersambung. Kasali mencatat bahwa penceritaan dirancang untuk membuat penonton penasaran, sering kali memaksa mereka untuk membayar untuk konten lanjutan.
Salah satu contoh yang Kasali bagikan melibatkan karakter bernama Jonan, seorang teknisi AC dengan penghasilan biasa, yang kisah hidup sehari-harinya yang sederhana namun menghibur dirajut menjadi narasi menarik. Pendekatan berbasis karakter ini membantu menjelaskan mengapa micro-drama ini mendapatkan popularitas. Format ini mewakili pergeseran signifikan dalam cara konten hiburan dikonsumsi, terutama di kalangan penonton digital-native.
Munculnya micro-drama bukan hanya fenomena budaya tetapi juga memiliki implikasi pasar signifikan. Kasali menyarankan bahwa tren ini mulai menantang dominasi drama Korea dalam lanskap hiburan. Ketika penonton terbiasa dengan konten yang lebih pendek dan lebih sering, format hiburan tradisional mungkin perlu beradaptasi dengan pola konsumsi yang berubah ini.
Emerging Micro-Drama Trend
Shift in Entertainment Consumption Patterns