Indonesian Agriculture Ministry Fires Staff for Extortion, Embezzlement
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Kementan Pecat Staf karena Terlibat Pungli dan Pengakuan sebagai Dirjen

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Kementerian Pertanian RI memecat seorang staf karena terbukti melakukan pungutan liar terhadap petani dalam pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan). Staf tersebut mengaku sebagai Direktur Jenderal untuk melancarkan aksinya, dengan memungut biaya antara Rp 50 juta hingga Rp 600 juta per transaksi. Kasus ini terungkap melalui saluran pengaduan 'Lapor Pak Amran'.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Kementerian Pertanian RI Tindak Tegas Korupsi Internal

Staf Dipecat karena Terlibat Pungli dan Penipuan

Kementerian Pertanian RI telah mengambil tindakan tegas terhadap korupsi internal dengan memecat seorang staf yang terlibat dalam pungutan liar terhadap petani dalam program pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi pemecatan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta.

Kasus Terungkap melalui Saluran Pengaduan

Skema pungutan liar terungkap melalui saluran pengaduan 'Lapor Pak Amran' yang dikhususkan untuk menangani keluhan terkait program pertanian. Staf yang bekerja di Direktorat Tanaman Pangan tersebut mengaku sebagai Direktur Jenderal untuk mendapatkan kepercayaan petani. Besaran pungutan liar berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per unit Alsintan, dengan satu kasus mencapai Rp 600 juta.

Pernyataan Menteri tentang Nol Toleransi

Menteri Sulaiman menekankan bahwa Kementan memiliki sikap nol toleransi terhadap korupsi. 'Tidak ada kompromi untuk tindakan kriminal semacam ini,' tegasnya dalam konferensi pers. Menteri mengungkapkan bahwa staf tersebut mengakui kesalahannya dengan alasan 'khilaf'.

Dampak terhadap Program Bantuan Pertanian

Skema pungutan liar ini menyasar petani yang menerima bantuan pemerintah berupa Alsintan yang seharusnya gratis. Praktik ilegal ini tidak hanya merusak integritas program tetapi juga membebani petani dengan biaya tak wajar.

Implikasi Hukum dan Langkah Pencegahan

Kasus ini menyoroti adanya potensi tindak pidana di lingkungan instansi pemerintah. Menteri Sulaiman memastikan bahwa kasus ini merupakan tindak pidana yang akan ditindaklanjuti secara hukum. Kementerian kemungkinan akan menerapkan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Agricultural CorruptionGovernment AccountabilityCorruption Eradication

Key Events

1

Corruption Case Uncovered

2

Government Staff Terminated

3

Agricultural Equipment Procurement Scandal

Timeline from 1 verified sources