Indonesian Banking and Finance Sector Faces Challenges and Opportunities in 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 22
Sources5 verified

Sektor Perbankan dan Keuangan Indonesia Menghadapi Tantangan dan Peluang di 2026

Tim Editorial AnalisaHub·22 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor keuangan Indonesia bersiap menghadapi tantangan signifikan di 2026, termasuk persyaratan modal baru untuk perusahaan asuransi dan perubahan potensi dalam konsolidasi perbankan. Meskipun ada tantangan, securities crowdfunding (SCF) diproyeksikan tumbuh 1,5 kali lipat. Sektor perbankan diproyeksikan mengalami pertumbuhan kredit antara 9-11% dengan manajemen risiko yang lebih baik. Tantangan utama termasuk implementasi standar akuntansi PSAK 117 dan ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi penetrasi pasar.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Tinjauan Sektor Keuangan Indonesia 2026

Tantangan dan Peluang di Industri Asuransi

Industri asuransi Indonesia menghadapi tantangan signifikan di 2026, terutama dengan implementasi Peraturan OJK Nomor 23/2023 yang mewajibkan ekuitas minimum Rp250 miliar untuk perusahaan asuransi pada akhir 2026 1

. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan 10 perusahaan mungkin kesulitan memenuhi persyaratan ini. Ketua Umum Budi Herawan berharap perusahaan-perusahaan ini tetap bisa mencapai modal minimum. Selain itu, konsolidasi perusahaan asuransi BUMN dari 15 menjadi 3 entitas diperkirakan akan mengubah lanskap industri 1.

Prospek Sektor Perbankan

Sektor perbankan Indonesia diharapkan menghadapi tantangan dan peluang di 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan bahwa tekanan profitabilitas perbankan mungkin mereda seiring normalisasi tren risiko kredit dan penurunan biaya pencadangan 2

. OJK memperkirakan pertumbuhan kredit akan terus berlanjut, dengan Asosi Perbankan Nasional (Perbanas) memproyeksikan pertumbuhan kredit antara 9-11% untuk 2026. Ketua Umum Hery Gunardi mencatat bahwa bank saat ini memiliki likuiditas yang melimpah, dengan rasio loan-to-deposit (LDR) sekitar 84%, di bawah batas regulasi 92% 2.

Pertumbuhan Securities Crowdfunding

Industri securities crowdfunding (SCF) menunjukkan prospek pertumbuhan positif untuk 2026. PT Urun Bangun Negeri (Urun-RI) memproyeksikan bahwa pendanaan SCF syariah akan tumbuh 1,2-1,5 kali lipat di 2026 3

4. Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) juga mengharapkan pertumbuhan positif berkelanjutan di industri SCF, didukung oleh tren historis yang menunjukkan peningkatan dana yang dihimpun dari Rp1,12 triliun di 2023 menjadi Rp1,93 triliun di 2025 4.

Tantangan dan Risiko Utama

  1. Implementasi PSAK 117: Standar akuntansi baru diperkirakan berdampak negatif pada ekuitas perusahaan asuransi.
  2. Konsolidasi BUMN: Penggabungan perusahaan asuransi BUMN akan mengubah struktur industri secara signifikan.
  3. Ketidakpastian geopolitik: Faktor geopolitik global dan domestik dapat mempengaruhi penetrasi pasar dan pertumbuhan.
  4. Keterbatasan sumber daya manusia: Sektor asuransi masih tertinggal dibandingkan negara ASEAN lainnya dalam hal sumber daya manusia.
  5. Adaptasi teknologi: Industri harus beradaptasi dengan teknologi baru seperti AI.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Merger BUMN dan Modal Minimum](
  2. [Bisnis.com - Kisi-Kisi Kinerja Perbankan](
  3. [Kontan - Urun-RI Proyeksikan Penyaluran Dana SCF Syariah](
  4. [Kontan - ALUDI Optimistis Pertumbuhan SCF](
Original Sources

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
16 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Insurance RegulationBanking PerformanceSecurities CrowdfundingFinancial Sector Outlook

Key Events

1

New Insurance Capital Requirement

2

Banking Consolidation Plans

3

SCF Growth Projections

Timeline from 5 verified sources