Indonesian Banking Sector Sees Sluggish Credit Growth Despite Ample Liquidity in 2025
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 28
Sources1 verified

Sektor Perbankan Indonesia Mengalami Pertumbuhan Kredit yang Lesu Meski Likuiditas Melimpah di 2025

Tim Editorial AnalisaHub·28 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor perbankan Indonesia mengalami pertumbuhan kredit yang lesu sepanjang 2025 meskipun likuiditas tetap melimpah. Pertumbuhan kredit melambat dari 10,27% YoY di Januari menjadi 7,74% YoY di November, terutama karena bank-bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit di tengah ketidakpastian ekonomi. Kredit investasi tetap menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan dua digit sepanjang tahun, sementara kredit modal kerja hanya tumbuh terbatas. Otoritas moneter dan fiskal menerapkan berbagai kebijakan, termasuk insentif likuiditas makroprudensial dan pelonggaran moneter, untuk mendorong pertumbuhan kredit.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Tinjauan Sektor Perbankan Indonesia: Pertumbuhan Kredit Lesu di Tengah Likuiditas Melimpah

Tren Pertumbuhan Kredit di 2025

Sektor perbankan Indonesia mengalami tahun penyesuaian di 2025, ditandai dengan pertumbuhan kredit yang lesu meskipun likuiditas tetap melimpah. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit melambat sepanjang tahun, dari 10,27% YoY di Januari menjadi 7,74% YoY di November. Tren ini mencerminkan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit di tengah ketidakpastian ekonomi dan fokus mereka pada menjaga kualitas aset.

Kinerja Kredit Berdasarkan Sektor

Komposisi pertumbuhan kredit menunjukkan pola yang menarik. Kredit investasi secara konsisten menjadi pendorong utama, dengan pertumbuhan dua digit sepanjang tahun. Sebaliknya, kredit modal kerja hanya tumbuh terbatas, mencerminkan kehati-hatian pelaku usaha dalam melakukan investasi dan ekspansi operasional. Perbedaan ini terlihat jelas pada segmen korporasi, di mana pertumbuhan kredit mencapai 15,95% YoY di Februari namun melambat kemudian.

Kondisi Likuiditas dan Langkah Kebijakan

Meski pertumbuhan kredit lesu, kondisi likuiditas sistem perbankan tetap melimpah. Hingga September 2025, Rasio Likuiditas (LCR) mencapai 202,62%, jauh di atas ketentuan minimum. Rasio Kredit terhadap Dana (LDR) terjaga di kisaran 86%, menunjukkan likuiditas yang memadai. Untuk mendorong pertumbuhan kredit, otoritas menerapkan beberapa kebijakan:

  1. Insentif Likuiditas Makroprudensial: Bank Indonesia meningkatkan dana insentif likuiditas dari Rp259 triliun menjadi Rp283 triliun efektif Januari 2025.
  2. Pelonggaran Moneter: BI mempertahankan stance akomodatif dengan menurunkan suku bunga acuan ke level 4,75% sepanjang 2025.
  3. Dukungan Fiskal: Pemerintah memanfaatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), dengan penyaluran sekitar Rp200 triliun ke sistem perbankan sepanjang 2025.
  4. Dukungan untuk Sektor Prioritas: Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus berlanjut, dengan penyaluran mencapai Rp180,01 triliun kepada 3,07 juta debitur hingga Agustus 2025.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Sektor perbankan menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pertumbuhan kredit dengan manajemen risiko. Rasio loan at risk naik menjadi 9,72%, mengindikasikan peningkatan eksposur risiko kredit. Sementara kredit investasi menjadi pendorong utama, kredit modal kerja dan kredit UMKM tetap terbatas. Respons kebijakan yang terkoordinasi oleh otoritas moneter dan fiskal bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sambil mendukung pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi kredit yang terarah.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Pertumbuhan KreditLikuiditas PerbankanKebijakan Moneter

Key Events

1

Pertumbuhan Kredit Melambat

2

Likuiditas Perbankan Tetap Melimpah

3

Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial

Timeline from 1 verified sources