Indonesian Banking Sector Shows Divergent Trends in 2025: Digital Banks Shine While Large Banks Lag
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 31
Sources5 verified

Sektor Perbankan Indonesia Menunjukkan Tren Berbeda di 2025: Bank Digital Bersinar Sementara Bank Besar Terhambat

Tim Editorial AnalisaHub·31 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor perbankan Indonesia menunjukkan kinerja beragam di 2025, dengan bank digital mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan bank besar tradisional. Bank-bank kecil seperti PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengalami kenaikan signifikan sebesar 444,97%, sementara bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 16,54%. Perbedaan ini mencerminkan perubahan preferensi investor dan dinamika pasar 5

.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Berbeda di 2025: Bank Digital Memimpin

Perbedaan Kinerja Antara Bank Besar dan Kecil

Sektor perbankan Indonesia menunjukkan hasil beragam di 2025, dengan perbedaan jelas antara bank digital dan bank untuk bank besar tradisional. Sementara bank-bank besar umumnya memiliki kinerja buruk, bank-bank kecil dan digital berhasil menarik perhatian investor dengan kenaikan signifikan 1

5.

Bank Digital Unggul

Bank-bank digital dan pemain kecil memimpin kinerja positif sektor ini: - PT Bank Permata Tbk (BNLI) melonjak 444,97% ke Rp5.150 per saham - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik 120,18% - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) meningkat 112,86% - PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) tumbuh 78,63% 5

Bank Besar Terganggu

Sebaliknya, bank-bank besar menghadapi tantangan: - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 16,54% - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 10,53% - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) jatuh 10,29% - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,46% 1

Dinamika Pasar dan Prospek Masa Depan

Perbedaan kinerja ini mencerminkan tren pasar yang lebih luas dan perubahan preferensi investor terhadap bank-bank kecil yang berorientasi pada pertumbuhan dengan potensi return lebih tinggi. Analis memperkirakan bahwa pemotongan suku bunga sebesar 125 bps sepanjang 2025 dapat menjadi katalis positif bagi saham bank, terutama melalui penurunan biaya dana dan potensi pemulihan margin bunga bersih 5

.

Implikasi Investasi

Rotasi sektor dari saham komoditas ke finansial diperkirakan akan terus mendukung pasar, terutama karena valuasi perbankan tetap berada pada level yang didiskon secara historis. Kombinasi antara rotasi sektor, normalisasi suku bunga global, dan potensi pemulihan earnings di 2026 dapat memberikan dukungan lebih lanjut bagi sektor perbankan 5

.

Kinerja Reksa Dana

Kinerja kuat saham bank tertentu juga berkorelasi dengan return positif reksa dana saham di 2025. Reksa dana saham mencatatkan return 20,62% secara year-to-date, sedikit di bawah kenaikan 22,17% pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2

.

Sumber

  1. [Kontan - Tren Saham Perbankan 2025](
  2. [Kontan - Kinerja Reksadana 2025](
  3. [Kontan - IHSG Menguat Tipis](
  4. [Kontan - Industri Perbankan Lesu](
  5. [Bisnis.com - Beda Nasib Saham Big Banks vs Bank Mini](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
15 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Perbankan DigitalSaham BankInvestasi Finansial

Key Events

1

Kenaikan Saham Bank Digital

2

Penurunan Saham Bank Besar

3

Pemotongan Suku Bunga 125 bps

Timeline from 5 verified sources