Indonesian Banking Sector Shows Mixed Signals: Liquidity Growth vs. Slow Credit Disbursement
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 23
Sources5 verified

Sektor Perbankan Indonesia Menunjukkan Sinyal Campuran: Pertumbuhan Likuiditas vs. Penyaluran Kredit yang Lambat

Tim Editorial AnalisaHub·23 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor perbankan Indonesia menunjukkan pertumbuhan likuiditas yang kuat dengan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 12% YoY per November 2025, sementara pertumbuhan kredit tetap lambat di 7,74% YoY, di bawah target Bank Indonesia sebesar 8-11% 1

2. Meskipun Bank Indonesia melakukan pemotongan suku bunga 125 basis poin sepanjang 2025 dan langkah-langkah pelbankan makroprudensial, penyaluran kredit tetap terkendala oleh permintaan yang lemah dan biaya dana yang tinggi 34.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Menghadapi Disparitas Likuiditas-Kredit

Pertumbuhan Likuiditas yang Kuat

Sektor perbankan Indonesia telah mengalami pertumbuhan likuiditas yang signifikan, dengan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 12% YoY per November 2025, melampaui pertumbuhan kredit yang mencapai 7,74% YoY 1

. Disparitas ini menyebabkan penurunan rasio kredit terhadap simpanan (LDR) secara bertahap menjadi 84% pada November 2025 dari 88% pada Desember 2024 1.

Tantangan dalam Penyaluran Kredit

Walaupun likuiditas tinggi, penyaluran kredit tetap lambat. Langkah-langkah pelonggaran moneter Bank Indonesia, termasuk pemotongan suku bunga 125 basis poin sepanjang 2025 dan relaksasi kebijakan makroprudensial, belum efektif meningkatkan pinjaman 3

. Kendala utama yang teridentifikasi adalah:

  1. Permintaan yang lemah: Korporasi dan UKM tetap berhati-hati dalam ekspansi karena ketidakpastian global dan ketersediaan dana internal 34.
  2. Biaya dana yang tinggi: Meskipun suku bunga acuan turun, biaya dana bank tetap tinggi karena suku bunga deposito yang sticky dan premi risiko yang meningkat 4.
  3. Penghindaran risiko: Bank mempertahankan praktik perkreditan yang prudent, terutama pada segmen UKM dan pinjaman konsumen 3.

Prospek Sektor

Analis Maybank Sekuritas Indonesia merekomendasikan pembelian saham bank, khususnya BBRI, BBCA, BRIS, BMRI, dan BBNI, mengantisipasi pemulihan kredit secara bertahap seiring penurunan suku bunga dan peningkatan belanja pemerintah 1

. Namun, transmisi kebijakan moneter ke pertumbuhan kredit tetap tertahan. Pertumbuhan kredit yang efektif diperkirakan hanya akan terwujud dengan pemulihan permintaan domestik yang lebih kuat dan perbaikan iklim usaha 4.

Sumber

  1. [Kontan - Rekomendasi Saham Bank Saat Tren Likuiditas Makin Kencang](
  2. [Kontan - Kredit Investasi Naik 17,8%](
  3. [Bisnis.com - Transmisi Pelonggaran BI ke Kredit Masih Tertahan](
  4. [Bisnis.com - Biang Keladi di Balik Seretnya Penyaluran Kredit Bank](
  5. [Bisnis.com - Bank Masih Enggan Turunkan Bunga Kredit](
Original Sources

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
14 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Perbankan IndonesiaPertumbuhan KreditKebijakan Moneter

Key Events

1

Pertumbuhan DPK 12% YoY

2

Pertumbuhan Kredit 7,74% YoY

3

Pemotongan BI Rate 125bps

Timeline from 5 verified sources