Indonesian Banks Achieve Successful Mergers Amidst MNC Bank-NOBU Setback
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Bank-bank di Indonesia Capai Merger Berhasil di Tengah Gagalnya MNC Bank-NOBU

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sementara merger antara PT Bank MNC Internasional (BABP) dan PT Bank Nationalnobu (NOBU) batal pada November 2025, beberapa bank lain di Indonesia berhasil menyelesaikan merger dan konsolidasi. Contoh penting termasuk PT Bank Syariah Indonesia (BRIS), yang terbentuk melalui merger tiga bank syariah BUMN pada 2021, dan PT Bank OCBC NISP yang mengintegrasikan PT Bank Commonwealth pada 2024. Konsolidasi ini memperkuat struktur permodalan dan memperluas jangkauan bisnis, sementara OJK kini mempertimbangkan penghapusan kategori KBMI I, yang berpotensi mendorong konsolidasi lebih lanjut di sektor perbankan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank-bank di Indonesia Capai Merger Berhasil di Tengah Gagalnya MNC Bank-NOBU

Konsolidasi Berhasil di Sektor Perbankan Indonesia

Sektor perbankan Indonesia telah menyaksikan aktivitas konsolidasi signifikan baru-baru ini, dengan beberapa merger besar mencapai hasil sukses meskipun ada kemunduran dalam rencana merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Penghentian merger yang resmi dilakukan pada November 2025 ini kontras dengan konsolidasi perbankan lain yang berhasil memperkuat struktur permodalan dan memperluas kapabilitas bisnis.

Merger Berhasil yang Signifikan

Merger Bank Syariah Indonesia (BRIS)

Salah satu merger paling signifikan dalam sejarah perbankan Indonesia baru-baru ini adalah pembentukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) pada 2021. Merger ini menyatukan tiga bank syariah BUMN: BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Konsolidasi ini menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia, secara signifikan meningkatkan posisi pasar dan kapabilitas keuangan bank. Pada akhir 2024, aset BSI tumbuh menjadi Rp408,61 triliun, mewakili CAGR sebesar 14,28% sejak merger. Laba bersih bank untuk tiga kuartal pertama 2025 mencapai Rp5,57 triliun, meningkat 9,03% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Integrasi OCBC NISP dan Bank Commonwealth

Pada 2024, PT Bank OCBC NISP Tbk. berhasil mengintegrasikan PT Bank Commonwealth, meningkatkan posisinya di segmen ritel dan wealth management. Proses integrasi yang selesai pada 1 September 2024 ini memperluas basis nasabah OCBC Indonesia dan memperkuat kehadiran pasar. Merger ini diharapkan menciptakan sinergi dan memberikan solusi perbankan yang lebih komprehensif bagi nasabah. OCBC Indonesia kini beroperasi dengan lebih dari 200 cabang di kota-kota besar Indonesia, memposisikannya secara strategis di pasar.

Konsolidasi Lain yang Signifikan

Konsolidasi perbankan penting lainnya termasuk:

  1. Integrasi Bank Permata dengan Bangkok Bank: Setelah Bangkok Bank mengakuisisi mayoritas saham pada 2020, Bank Permata efektif bergabung dengan operasi Bangkok Bank di Indonesia pada 21 Desember 2020. Integrasi ini memperkuat posisi Bank Permata di pasar lokal dan memperluas konektivitas regional melalui jaringan Bangkok Bank.
  2. Merger BCA Syariah dengan Bank Interim Indonesia: Pada Desember 2020, PT Bank BCA Syariah mengumumkan merger sukses dengan PT Bank Interim Indonesia, meningkatkan modal inti BCA Syariah menjadi sekitar Rp2,7 triliun dan total aset menjadi Rp9,2 triliun.

Perkembangan Regulasi dan Outlook Masa Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif mendorong konsolidasi di sektor perbankan. Pada Oktober 2025, OJK mengeluarkan surat formal kepada bank-bank kecil, khususnya yang tergolong KBMI I, merekomendasikan evaluasi komprehensif terhadap kondisi bisnis mereka, termasuk struktur keuangan, model bisnis, dan prospek pertumbuhan. Regulator menyarankan eksplorasi peluang konsolidasi dan kolaborasi untuk memperkuat basis permodalan dan memperluas skala usaha. OJK juga mempertimbangkan penghapusan kategori KBMI I, yang berpotensi mempercepat aktivitas merger di kalangan bank-bank kecil.

Tantangan dan Peluang

Pakar industri mengakui bahwa meskipun konsolidasi menawarkan banyak manfaat, ia juga menghadirkan tantangan, terutama bagi bank-bank regional di mana kebanggaan kepemilikan lokal dapat menciptakan hambatan integrasi. Moch Amin Nurdin, Penasihat di Banking & Finance Development Centre, mencatat bahwa menyatukan bank-bank regional memerlukan mengatasi ego kedaerahan dan implementasi proses integrasi komprehensif yang dapat memakan waktu lama. Namun, ketika dilakukan dengan tepat, konsolidasi dapat menghasilkan stabilitas keuangan yang lebih baik dan meningkatkan daya saing entitas yang bergabung.

Merger sukses yang terjadi baru-baru ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, bank-bank Indonesia dapat mencapai manfaat signifikan melalui konsolidasi strategis, memposisikan mereka dalam posisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan kepatuhan regulasi di masa depan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
21 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BRISBBNPNOBUBABPOCBC

Topics Covered

Banking ConsolidationMergers and AcquisitionsFinancial Sector Integration

Key Events

1

Bank Syariah Indonesia Merger Completion

2

OCBC NISP and Bank Commonwealth Integration

3

OJK's Consideration of Eliminating KBMI I Category

Timeline from 1 verified sources