Key insights and market outlook
Sementara merger antara PT Bank MNC Internasional (BABP) dan PT Bank Nationalnobu (NOBU) batal pada November 2025, beberapa bank lain di Indonesia berhasil menyelesaikan merger dan konsolidasi. Contoh penting termasuk PT Bank Syariah Indonesia (BRIS), yang terbentuk melalui merger tiga bank syariah BUMN pada 2021, dan PT Bank OCBC NISP yang mengintegrasikan PT Bank Commonwealth pada 2024. Konsolidasi ini memperkuat struktur permodalan dan memperluas jangkauan bisnis, sementara OJK kini mempertimbangkan penghapusan kategori KBMI I, yang berpotensi mendorong konsolidasi lebih lanjut di sektor perbankan.
Sektor perbankan Indonesia telah menyaksikan aktivitas konsolidasi signifikan baru-baru ini, dengan beberapa merger besar mencapai hasil sukses meskipun ada kemunduran dalam rencana merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Penghentian merger yang resmi dilakukan pada November 2025 ini kontras dengan konsolidasi perbankan lain yang berhasil memperkuat struktur permodalan dan memperluas kapabilitas bisnis.
Salah satu merger paling signifikan dalam sejarah perbankan Indonesia baru-baru ini adalah pembentukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) pada 2021. Merger ini menyatukan tiga bank syariah BUMN: BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Konsolidasi ini menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia, secara signifikan meningkatkan posisi pasar dan kapabilitas keuangan bank. Pada akhir 2024, aset BSI tumbuh menjadi Rp408,61 triliun, mewakili CAGR sebesar 14,28% sejak merger. Laba bersih bank untuk tiga kuartal pertama 2025 mencapai Rp5,57 triliun, meningkat 9,03% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada 2024, PT Bank OCBC NISP Tbk. berhasil mengintegrasikan PT Bank Commonwealth, meningkatkan posisinya di segmen ritel dan wealth management. Proses integrasi yang selesai pada 1 September 2024 ini memperluas basis nasabah OCBC Indonesia dan memperkuat kehadiran pasar. Merger ini diharapkan menciptakan sinergi dan memberikan solusi perbankan yang lebih komprehensif bagi nasabah. OCBC Indonesia kini beroperasi dengan lebih dari 200 cabang di kota-kota besar Indonesia, memposisikannya secara strategis di pasar.
Konsolidasi perbankan penting lainnya termasuk:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif mendorong konsolidasi di sektor perbankan. Pada Oktober 2025, OJK mengeluarkan surat formal kepada bank-bank kecil, khususnya yang tergolong KBMI I, merekomendasikan evaluasi komprehensif terhadap kondisi bisnis mereka, termasuk struktur keuangan, model bisnis, dan prospek pertumbuhan. Regulator menyarankan eksplorasi peluang konsolidasi dan kolaborasi untuk memperkuat basis permodalan dan memperluas skala usaha. OJK juga mempertimbangkan penghapusan kategori KBMI I, yang berpotensi mempercepat aktivitas merger di kalangan bank-bank kecil.
Pakar industri mengakui bahwa meskipun konsolidasi menawarkan banyak manfaat, ia juga menghadirkan tantangan, terutama bagi bank-bank regional di mana kebanggaan kepemilikan lokal dapat menciptakan hambatan integrasi. Moch Amin Nurdin, Penasihat di Banking & Finance Development Centre, mencatat bahwa menyatukan bank-bank regional memerlukan mengatasi ego kedaerahan dan implementasi proses integrasi komprehensif yang dapat memakan waktu lama. Namun, ketika dilakukan dengan tepat, konsolidasi dapat menghasilkan stabilitas keuangan yang lebih baik dan meningkatkan daya saing entitas yang bergabung.
Merger sukses yang terjadi baru-baru ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, bank-bank Indonesia dapat mencapai manfaat signifikan melalui konsolidasi strategis, memposisikan mereka dalam posisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan kepatuhan regulasi di masa depan.
Bank Syariah Indonesia Merger Completion
OCBC NISP and Bank Commonwealth Integration
OJK's Consideration of Eliminating KBMI I Category