Indonesian Banks' Credit Disbursement to Accelerate in 2026, Supported by Economic Recovery
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Penyaluran Kredit Perbankan RI Diprediksi Menggeliat di 2026, Didukung Pemulihan Ekonomi

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Penyaluran kredit perbankan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh lebih agresif di 2026, didorong oleh pemulihan ekonomi dan kebijakan fiskal yang akomodatif. Analis memprediksi pertumbuhan kredit dapat mencapai 9% YoY di 2026, naik dari 8,15% YoY di 2025. Faktor-faktor kunci termasuk peningkatan likuiditas setelah pemerintah menginjeksi Rp276 triliun ke bank-bank BUMN dan potensi penurunan suku bunga BI yang dapat menurunkan suku bunga pinjaman.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Diprediksi Mengalami Percepatan Pertumbuhan Kredit di 2026

Pemulihan Ekonomi dan Likuiditas Mendukung Ekspansi Kredit

Sektor perbankan Indonesia siap untuk penyaluran kredit yang lebih agresif di 2026, didukung oleh pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung dan kebijakan fiskal yang akomodatif. Menurut Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 9% YoY di 2026, naik dari estimasi 8,15% YoY di 2025.

Faktor-Faktor Kunci yang Mendukung Pertumbuhan Kredit

  1. Injeksi Pemerintah ke Bank-Bank BUMN: Injeksi dana sebesar Rp276 triliun oleh pemerintah ke bank-bank BUMN diharapkan dapat meningkatkan kondisi likuiditas, menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk ekspansi kredit.
  2. Potensi Pemotongan Suku Bunga BI: Potensi pemotongan suku bunga oleh Bank Indonesia dapat menyebabkan penurunan suku bunga deposito dan pinjaman, merangsang permintaan kredit baru.
  3. Dukungan Kebijakan Fiskal: Tidak adanya kenaikan pajak, seperti PPN atau cukai, diharapkan dapat menjaga stabilitas konsumsi dan mendukung aktivitas ekonomi.
  4. Peningkatan Permintaan Konsumen: Peningkatan belanja konsumen, terutama selama periode Ramadan dan Lebaran, kemungkinan akan mendorong pertumbuhan kredit.

Respons Sektor Perbankan

Bank-bank besar sedang mempersiapkan diri untuk pertumbuhan kredit yang diharapkan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah melaporkan penyaluran kredit mencapai Rp923 triliun hingga Oktober 2025, tumbuh 7,6% YoY. Bank ini menargetkan pertumbuhan kredit antara 6-8% untuk tahun penuh 2025. Hana Bank juga mengalami pertumbuhan kredit yang kuat, dengan pinjaman mencapai Rp40,07 triliun hingga akhir Q3 2025, meningkat 13,90% YoY.

Tantangan dan Peluang

Meskipun prospeknya positif, bank-bank masih menghadapi tantangan, termasuk pinjaman yang belum dicairkan sebesar Rp2.450,7 triliun hingga Oktober 2025. Bisnis masih berhati-hati, dengan banyak yang mengadopsi pendekatan 'wait and see'. Namun, peningkatan likuiditas dan potensi pemotongan suku bunga diharapkan dapat menciptakan peluang bagi bank untuk memperluas aktivitas pinjaman di 2026.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCA

Topics Covered

Credit GrowthBanking Sector OutlookEconomic Recovery

Key Events

1

Credit Growth Acceleration in 2026

2

Government Liquidity Injection

3

Potential BI Rate Cut

Timeline from 1 verified sources