Key insights and market outlook
Bank-bank di Indonesia melakukan diversifikasi produk untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lesu. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) memperkenalkan mekanisme kredit inovatif seperti skema back-to-back loan (BBL), memungkinkan nasabah menggunakan deposito sebagai agunan. Strategi ini bertujuan meningkatkan penyaluran kredit di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Sebagai respons terhadap pertumbuhan kredit yang lesu, bank-bank di Indonesia melakukan diversifikasi produk. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS), bank yang didukung investor Korea Selatan, menjadi pelopor strategi ini. Hingga September 2025, BWS melaporkan total kredit yang disalurkan sebesar Rp 46,11 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp 46,8 triliun pada Desember 2024.
BWS memperkenalkan skema back-to-back loan (BBL) yang memungkinkan nasabah menggunakan deposito mereka sebagai agunan untuk fasilitas kredit. Melalui mekanisme ini, nasabah dapat memperoleh pinjaman hingga 100% dari nilai deposito mereka. Produk inovatif ini dirancang untuk menarik peminjam sekaligus mengelola risiko kredit secara efektif.
Strategi diversifikasi ini muncul sebagai respons bank-bank Indonesia menghadapi tantangan dalam mencapai pertumbuhan kredit yang signifikan. Dengan memperluas portofolio produk, bank-bank bertujuan mendorong penyaluran kredit dan mempertahankan posisi pasar di lingkungan yang kompetitif.
Introduction of Back-to-Back Loan Scheme
Credit Growth Strategies Implementation